Tim USK Salurkan Bantuan ke Berbagai Penjuru Aceh

mepnews.id – Di tengah kondisi darurat bencana sisi utara Sumatera, tim Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan ke berbagai penjuru Aceh. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban korban bencana hidrometeorogi awal Desember 2025.

Fakultas Kedokteran Gigi USK bekerja sama dengan Rumah Amal Masjid Jamik USK menyaluran bantuan kemanusiaan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan 18–22 Desember 2025 ini sebagai bentuk respons cepat atas bencana di kedua wilayah.

FKG USK bersama Rumah Amal Masjid Jamik USK datang ke lokasi terdampak untuk memberikan dukungan bantuan kemanusiaan. Wilayah sasaran meliputi: Kecamatan Simpang Jernih di Kabupaten Aceh Timur, serta Kecamatan Bandar Pusaka, Kejuruan Muda, dan Kecamatan Manyak Payed di Kabupaten Aceh Tamiang.

Drg Sri Rezeki SpPM, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKG USK, menyampaikan, “Kami hadir ke lokasi untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan ini juga sarana pembelajaran empati dan kepedulian sosial bagi mahasiswa, serta wujud nyata sinergi antara fakultas, alumni, dan masyarakat.”

Bantuan yang disalurkan berupa logistik kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan sanitasi, perlengkapan bayi, serta kebutuhan pendukung lainnya selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal pascabanjir. Seluruh bantuan bersumber dari partisipasi dan kepedulian sivitas akademika serta para donatur melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP) USK juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di Gampong Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bantuan total sekitar 10 ton tersebut dikirim menggunakan truk dan disalurkan bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Ketua BEM FISIP USK, Nabiel Azzam, menyampaikan bantuan yang disalurkan diupayakan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Nabiel

Tim Pengabdian kepada Masyarakat USK juga menyalurkan bantuan alat penyaringan air bersih bagi warga. Bantuan berupa paket filter berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP) yang dikombinasikan housing filter Puretrex clear/blue, dilengkapi sistem pompa air dan instalasi pipa lengkap dengan sistem pompa dan instalasi sebagai solusi teknologi tepat guna untuk mengolah air kotor menjadi air bersih.

Bantuan alat penyaringan air bersih ini disalurkan ke Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua di Kabupaten Pidie Jaya serta Kecamatan Kutablang di Kabupaten Bireuen, dengan sasaran pemukiman warga dan fasilitas umum melalui pendekatan berbasis komunitas bersama perangkat gampong dan relawan setempat.

Prof Akhyar, ketua Tim Pengabdian, menyampaikan bantuan ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan darurat tetapi juga sebagai solusi berkelanjutan. “Air bersih merupakan fondasi pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana. Karena itu, kami menghadirkan sistem penyaringan air yang benar-benar dapat dimanfaatkan dan dirawat masyarakat.”

Sistem ini mampu mengolah air sumur dan air permukaan keruh menjadi air bersih layak untuk kebutuhan domestik. Tabung filter FRP tahan korosi dengan filtrasi berlapis sehingga efektif menurunkan kekeruhan, bau, warna, serta kandungan besi dan mangan, serta mudah dipantau dan dirawat masyarakat.

Facebook Comments

Comments are closed.