Orang Palestina Ikut Bantu Korban Bencana Sumatera

mepnews.id – Raed Arada, warga Palestina alumnus Universitas Lampung (Unila), turut menunjukkan kepedulian kemanusiaan sebagai penggerak bantuan bagi korban banjir di Sumatra. Aksi kemanusiaan dilakukan di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak banjir pada 3–7 Desember 2025.

Raed, yang baru menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Universitas Indonesia, mengungkapkan keterlibatannya ini dilatarbelakangi pengalaman pribadi menghadapi musibah dan kehilangan tempat tinggal. Selama dua tahun terakhir, ketika genosida terjadi di Gaza, Raed belum memiliki kesempatan membantu tanah kelahirannya.

“Selama ini saya belum bisa membantu langsung di Gaza. Maka ketika di Indonesia terjadi bencana, semaksimal mungkin saya ingin membantu saudara-saudari saya di sini. Saya memahami betul penderitaan para korban bencana yang kehilangan rumah,” ujarnya, pada situs resmi unila.ac.id edisi 23 Desember 2025.

Raed, Imran, dan bendera Palestina.

Raed bersama rekannya, Imran, mahasiswa Universitas Hasanuddin, menyalurkan berbagai bentuk bantuan dari Brand Pasar Palestina dan Majelis Ta’lim Baitussyakirin. Bantuan yang diberikan meliputi makanan, alat mandi dan perlengkapan kebersihan, serta bantuan tunai yang disalurkan kepada masyarakat dibantu rekan-rekan yang mengantarkan mereka ke titik-titik terdampak banjir.

Raed menyampaikan, banyak masyarakat yang menghubunginya untuk menitipkan bantuan. Namun, karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan, ia menyarankan agar bantuan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang memiliki tim yang lebih lengkap di lokasi bencana.

Raed dan kawan-kawan secara mandiri menyalurkan bantuan. Perjalanan menyalurkan bantuan tidak lepas dari berbagai kendala. Akses menuju lokasi masih sulit karena genangan banjir, jaringan sinyal nyaris tak tersedia, dan listrik padam selama mereka berada di sana.

Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah. Di tengah kondisi tersebut, ingatan Raed kembali pada situasi di Gaza, keluarga dan kerabatnya yang kehilangan rumah, harta, bahkan kehidupan yang layak. Kesamaan rasa kehilangan itulah yang membuat empatinya semakin dalam. “Kasihan sekali. Saya langsung teringat keluarga di Gaza yang kehilangan rumah, harta, dan kehidupan layak,” tuturnya.

Raed menyampaikan pesan pada para korban bahwa mereka tidak sendirian dan agar tetap tegar menghadapi musibah ini karena banyak pihak peduli dan berusaha hadir untuk membantu. “Kami semua peduli dan ingin membantu. Saya berharap mereka bisa kuat dan sabar dalam menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Langkah Raed merupakan wujud solidaritas dan rasa terima kasih kepada Indonesia. Menurutnya, Indonesia selama ini tidak pernah diam dalam mendukung dan membantu rakyat Palestina. Ia juga berharap kepedulian masyarakat terus terjaga, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Raed Arada menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal latar belakang seseorang. Kepeduliannya menjadi bukti nyata yang mampu menginspirasi seluruh masyarakat untuk terus saling membantu dan menguatkan sesama manusia tanpa melihat latar belakang. (Rina)

Facebook Comments

Comments are closed.