KKN UNY Bikin Pupuk Organik Cair dari Limbah Tahu

mepnews.idTim KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Padukuhan Gunungsaren Lor, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah tahu. Kegiatan ini diinisiasi mahasiswa KKN dan mendapat respons positif dari warga karena menawarkan solusi sederhana, murah, dan bermanfaat bagi lingkungan maupun tanaman.

Dikabarkan situs resmi uny.ac.id edisi 12 Desember 2025, edukasi ini dipandu para mahasiswa Eva Fatma Riana Dewi, Arifa Dwi Utami, Adelita Azahra, Rangga Adi Saputra, Rofiah Baghiz, Muhammad Naufal Yudha Faris Fadhiilan, Salsabila Arizki, Nur Aida Rahma, Aditya Putra Pratama, serta dibimbing ketua kelompok Dwi Septiawan. Mereka memberikan penjelasan menyeluruh terkait proses pengolahan limbah tahu menjadi pupuk cair.

Mahasiswa memperkenalkan bahan-bahan yakni limbah tahu 1,7 liter, tetes tebu (molase) 300 ml, serta starter fermentasi 150 ml. Jenis-jenis starter yang dapat digunakan, seperti air bekas cucian beras, Effective Microorganisms (EM4), Trichoderma, Gliocladium, hingga Rhizobium. Starter ini mempercepat proses fermentasi sehingga limbah tahu terurai dengan baik dan menghasilkan pupuk cair.

Demonstrasi pembuatan POC dilakukan mahasiswa dengan langkah-langkah yang mudah diikuti. Pertama, molase dan starter dicampur ke dalam limbah tahu hingga merata, lalu dimasukkan ke jerigen dan ditutup rapat. Selama masa fermentasi 7–14 hari, tutup jerigen dibuka setiap hari untuk melepaskan gas hasil proses biologis agar fermentasi berlangsung optimal. Setelah selesai, pupuk cair berwarna coklat kehitaman dengan aroma khas.

Para mahasiswa juga mempraktikkan penggunaan POC bagi tanaman. Cukup mencampurkan 5–10 tutup botol POC ke dalam 1 liter air, kemudian disiramkan ke tanaman antara pukul 06.00–07.00. Penggunaan dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali untuk hasil maksimal. Metode ini dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibanding pupuk kimia.

Dwi Septiawan, ketua KKN Gunungsaren Lor, menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa pada masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat mempraktikkan pembuatan POC secara mandiri. Selain memanfaatkan limbah tahu yang sebelumnya tidak termanfaatkan, POC ini mampu meningkatkan kesuburan tanah tanpa mencemari lingkungan,” ujarnya.

Warga memberikan banyak pertanyaan selama sesi diskusi. Mereka mengaku inovasi ini relevan dengan kebutuhan masyarakat yang sebagian besar memiliki tanaman hias maupun tanaman pekarangan. Selain itu, bahan-bahan yang mudah ditemukan membuat warga yakin dapat memproduksi pupuk organik cair secara berkelanjutan. (Dedy)

Facebook Comments

Comments are closed.