UGM Kirim Tim Medis dan Trauma Healing ke Aceh

mepnews.idFakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada mengirim tenaga medis mendukung penanganan darurat serta membantu proses pemulihan pasca bencana di Sumatera. setelah asesmen lapangan, tim lebih besar segera menyusul.

Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr dr Sudadi SpAn KNA KAR, menuturkan tim pengabdian FK-KMK UGM bekerja dalam jejaring Academic Health System (AHS) yang melibatkan 15 rumah sakit di Yogyakarta. 

Sejak 2 Desember, tim FK-KMK UGM mengerahkan seorang dokter bedah dan seorang dokter manajemen bencana di Aceh. “Mereka disusul 13 tenaga medis yang disesuaikan dengan disiplin masing-masing,” ujarnya, lewat situs resmi ugm.ac.id.

Tim juga mengajukan proposal pengabdian masyarakat melalui skema Design Tech dan menjalin kerja sama dengan Universitas Teuku Umar di Meulaboh. “Kalau skema ini disetujui, kami memberangkatkan tim kedua ke Aceh Barat, bekerjasama dengan tim inti di Universitas Teuku Umar,” ujarnya.

Formasi tim mencakup dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter anak, perawat, perawat anestesi, ahli gizi, serta tenaga teknik yang bertugas menyiapkan kebutuhan dasar seperti air dan listrik. Tim logistik disiapkan untuk memastikan kelancaran operasional di lapangan.

Tim berencana mengirim 4 – 5 kali pemberangkatan hingga kondisi yang terdampak memasuki tahap pemulihan.

Di sisi lain, UGM juga menyampaikan duka cita dan solidaritas mendalam kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat hujan ekstrem 19-25 November 2025 yang menimbulkan kerusakan luas. “UGM menyampaikan belasungkawa,” kata Sekretaris Universitas (SU) UGM Dr Andi Sandi.

Berkomitmen pada pengabdian masyarakat, UGM melakukan koordinasi lintas unit, termasuk DPkM (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat), DERU (Disaster Response Unit), Ditmawa, Direktur Perencanaan, BMS, Forkom, dan GER (Gelanggang Emergency Response), untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. “Kami sudah memberangkatkan tim trauma healing dari FK-KMK ke lokasi terdampak,” ujarnya.

DERU dan DPkM tengah menyiapkan sejumlah langkah penanganan dan pendampingan bagi civitas akademika yang terdampak bencana. “Kami melakukan koordinasi. Untuk saat ini, fokus awal kami penyaluran bantuan untuk civitas akademika UGM yang keluarganya tertimpa musibah di wilayah bencana,” ujar Ardian Andi Pradana ST koordinator DERU,.

Sebagian mahasiswa mungkin kesulitan menerima uang saku dari keluarga. Karena itu, UGM memberikan dukungan sementara agar mereka dapat bertahan dan fokus menjalani kegiatan sehari-hari. “Intinya kami membantu mendampingi teman-teman mahasiswa yang keluarganya kena musibah,” jelas Andi. (Lintang, Cyntia)

Facebook Comments

Comments are closed.