mepnews.id – Universitas Syiah Kuala (USK) meliburkan kegiatan perkuliahan selama masa tanggap bencana hidrometeorologi, 1 – 13 Desember 2025. Saat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor masih melanda sejumlah kawasan di Aceh, USK menurunkan tim relawan bantuan untuk meringankan beban para korban.
Dikabarkan situs remi usk.ac.id, Rektor Prof Dr Ir Marwan menjelaskan beberapa pertimbangan untuk meliburkan kuliah. Di antaranya, merujuk Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3/1416/2025 tentang penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025. USK juga mempertimbangkan listrik yang belum normal, dan memberi kesempatan bagi mahasiswa terdampak untuk membantu keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Fakultas Keperawatan (FKep) USK mengirim tambahan 23 relawan mahasiswa dan alumni menuju Kabupaten Pidie Jaya, menyusul 12 relawan pertama yang bertugas sejak tiga hari sebelumnya. Mereka bertugas di Rumah Sakit Daerah Pidie Jaya, khususnya di Ruang IGD dan unit pelayanan lain yang butuh dukungan tenaga kesehatan.
Dekan FKep, Prof Dr Teuku Tahlil SKp MS, menjelaskan masyarakat di daerah terdampak rentan risiko penyakit pascabencana. “Untuk itu kami mencoba hadir secara langsung di tengah-tengah mereka,” ujar Prof Tahlil.
Upaya kemanusiaan USK untuk membantu masyarakat terdampak Badai Senyar diperkuat dengan pemberangkatan tim relawan UKM Pecinta Alam PA Leuser pada 30 November 2025, menuju Posko Bireuen yang terdampak paling parah akibat terputusnya akses transportasi. Tim ini membawa bantuan logistik senilai Rp10 juta hasil donasi, serta perlengkapan teknis perahu karet, alat panjat tebing, dan tali-temali, untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan ke daerah-daerah yang terisolasi. PA Leuser juga menyiapkan rencana pembangunan rakit penyeberangan pada titik-titik jembatan yang putus di jalur menuju Takengon. Inisiatif ini solusi darurat untuk menjaga kelancaran penyaluran bantuan hingga akses resmi kembali pulih.
Rumah Amal USK bersama Klaster UKM Kebencanaan menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana dan pemberian makan siang gratis di pelataran Masjid Jamik Darussalam pada 30 November hingga darurat berakhir.
Manager Operasional Rumah Amal USK, Delia Juhana, menjelaskan makan gratis ini langkah awal tanggap darurat kampus untuk membantu mahasiswa yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian akibat kiriman dari keluarga terhambat karena banjir.
Rumah Amal USK juga membuka donasi dari masyarakat. Bantuan yang terkumpul nantinya disalurkan ke wilayah-wilayah paling terdampak di Aceh dan Sumatera. “Per kemarin, bantuan sudah didistribusikan ke sejumlah titik terdampak di Pidie Jaya,” tutur Delia.
Sebelumnya, USK mengirimkan Tim Tanggap Bencana 10 dokter, 12 perawat dan 4 relawan pada 28 November ke lokasi bencana di Pidie Jaya dan Bireuen. Pada tahap awal, Tim memberikan bantuan sembako, membantu layanan Kesehatan di RSUD, serta melakukan asesmen awal. Hasil asesmen menjadi dasar langkah-langkah mitigasi yang akan ditempuh USK berikutnya,



POST A COMMENT.