mepnews.id – Sebanyak 1.669 orang keluarga besar Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UINIB) Padang terdampak langsung maupun tidak langsung dari musibah banjir dan longsor yang menimpa Ranah Minang. Mereka merupakan mahasiswa dan keluarga di lokasi lokasi bencana; Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan Pasaman.
“Data terus menanjak. Data ini akan diteliti lagi untuk penyaluran bantuan. Donasi sudah dibuka, posko sudah aktif. Sejak Jumat hingga hari ini, tim relawan kampus telah turun ke lokasi Lubuk Minturun, Kuranji, dan Batu Busuk, serta ke Palembayan,” ungkap Koordinator Lapangan, Joni Ramadhan, di Posko Bantuan Bencana UIN Imam Bonjol, di kampus Lubuk Lintah, lewat situs resmi uinib.ac.id, 1 Desember.
Hasi asesmen dari rincian data sementara, keluarga besar UINIB yang terdampak 21 orang dari Fakultas Adab dan Humaniora; 20 orang dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi; 16 orang Fakultas Ekonomi; 11 orang dari Pascasarjana; 9 orang dari Fakultas Saintek; 46 orang dari Fakultas Syariah; 48 orang dari Fakultas Tarbiyah; 36 orang dari Fakultas Ushuludin.
“Laporan dari lapangan terus ada dari mahasiswa, teman dan keluarga korban. Kampus mengucapkan duka mendalam atas musibah. Laporan terakhir, ada yang alumni baru wisuda atas nama Gustika Wahyu Widya yang meninggal di Salareh Air, Agam,” ungkap Joni.
Aksi Peduli UINIB terus bergerak melakukan kegiatan kemanusiaan di masa tanggap darurat. “Hari ini, kami telah serah terima Relawan oleh Tim Satgas UIN Imam Bonjol Padang di Kecamatan Pauh, langsung diterima Bu Camat,” ujar Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) ini.
Penanggung Jawab Satuan Tugas Penanggulangan Bencana, Muhammad Taufik, menyebutkan pihaknya selain asesmen data juga melakukan distribusi donasi dalam bentuk sembako untuk seputaran Sungai Bangek. Bantuan pakaian layak pakai akan didistribusikan sesuai hasil assessmen.
“Donasi dari berbagai pihak tidak boleh terlalu lama di posko. Sesuai kebutuhan lapangan, langsung angkut. Kekuatan kita masih terbatas, karenanya fokus dulu ke keluarga besar UIN Imam Bonjol yang terdampak langsung,” tutur Ketua Pengabdian Masyarakat UIN Imam Bonjol Padang ini.



POST A COMMENT.