mepnews.id – Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan Tim Tanggap Bencana Banjir untuk membantu korban bencana alam di Aceh. Tim dilepas Rektor Prof Dr Ir Marwan dari Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK, 28 November 2025.
Prof Dr Syamsidik ST MSc, selaku Ketua Tim, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi bencana di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Tim ini terdiri dari 10 dokter, 12 perawat dan 4 orang Tanggap Bencana.
“Pada tahap awal, fokus utama kami adalah penanganan kesehatan. Tim kesehatan sudah siap dan berangkat sore ini menuju Bireuen dan Pidie Jaya,” ucapnya, lewat situs resmi usk.ac.id.
Selanjutnya, beberapa pihak turut bergabung membantu Tim Tanggap Bencana. Antara lain Rumah Amal USK, Pusat Riset Mitigasi Bencana USK (TDMRC), serta sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Tujuannya melakukan asesmen awal. Hasil asesmen akan menjadi dasar langkah-langkah mitigasi yang akan ditempuh USK berikutnya,” ucapnya.
Rektor mengatakan, Tim Tanggap Bencana ini bentuk kepedulian USK untuk membantu para korban bencana khususnya banjir yang beberapa hari ini melanda provinsi Aceh.
Apalagi Pemerintah Aceh telah menetapkan status Bencana Provinsi, sebuah penanda bahwa dampaknya telah meluas dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah pusat.
“Di tengah kondisi itu, USK tentu tak boleh menjadi penonton. Kampus harus hadir untuk membantu masyarakat. Sebagaimana bencana sebelumnya, USK selalu sigap merespon bencana,” ucap Rektor.
Pelepasan tim ini menjadi langkah awal USK dalam menangani bencana. Selanjutnya, USK menyiapkan tim pendukung lain. Antara lain tim kesehatan, tim asesmen dampak kerusakan, tim penggalangan donasi, hingga tim lain yang akan dibentuk bertahap.
Rektor juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Tim Tanggap Bencana USK terjun membantu masyarakat terdampak. “Mudah-mudahan dukungan ini bisa membantu masyarakat. Kami juga berpesan kepada Tim Tanggap Bencana USK, untuk berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan agar layanan diberikan bisa optimal,” ucapnya.
Sejumlah siklon tropis yang melanda kawasan Selat Malaka sejak 25 November memicu hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di sisi utara Sumatera. Selain Aceh, kawasan terdampak adalah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.



POST A COMMENT.