mepnews.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melalui Direktorat Urusan Internasional atau International Affairs, menyelenggarakan upacara pembukaan kegiatan Unesa Summer Camp (USC) di Rektorat, Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, pada 6 September 2025. Kegiatan bertajuk ‘A Colorful Journey through Indonesia’s Cultural Legacy and Inclusivity’ ini dihadiri sekitar 50 peserta dari 22 negara.
Muhammad Fikri Rivaldi dari Prodi S-1 Sastra Inggris sebagai Ketua Pelaksana USC 2025 menyampaikan, kegiatan tahun ini menonjolkan aspek cultural legacy dan inclusivity. Saat opening, ada tari tradisional, kemudian peserta diajak belajar gamelan, diperkenalkan busana tradisional dan diperkenalkan budaya di Surabaya dengan City Tour.
“Kami menggandeng prodi di Fakultas Ilmu Pendidikan. Ada Prodi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) untuk belajar bahasa isyarat dan akan melibatkan teman tuli Unesa,” ujarnya, lewat situs resmi unesa.ac.id.
Direktur Urusan Internasional, Asrori, menjelaskan tujuan Unesa Summer Camp untuk memperkenalkan Unesa dan budaya Indonesia. “Summer Camp didesain untuk memperkenalkan Unesa, memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Jawa Timur, dan memperkenalkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswa dari luar negeri.”
Ia juga menjelaskan kegiatan ini mengalami perkembangan dan semakin diminati peserta. “Tahun ini ada hampir 100 pendaftar, tapi kami hanya bisa mengakomodasi 50 peserta dari 22 negara berbeda.”
Rafida Farda Kamilah, pengajar BIPA Unesa, mengatakan peserta program ini belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan berbasis identitas dan budaya lokal. “Bukan cuma bahasa Indonesia, karena di setiap daerah ada bahasa yang berbeda-beda. Juga memperkenalkan tradisi serta makanan kita,” ujarnya. (Dava, Erlina)


