mepnews.id – Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) atau KKN Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) menggelar pementasan budaya bersama masyarakat Desa Kluwut, Kabupaten Malang, Sabtu 2 Agustus 2025. Ini merupakan kegiatan puncak dari program kerja Inventarisasi Budaya Desa Kluwut. Sebelumnya, ada kegiatan Tradisi Dawuhan, Bersih Desa, Wayangan.
Pentas Budaya Kluwut 2025 bertujuan menghidupkan kembali semangat generasi muda untuk mempertahankan budaya lokal yang dimiliki Desa Kluwut. “Desa ini penuh budaya namun dari tahun ke tahun semakin tipis peminatnya. Tidak ada generasi penerus yang berminat melanjutkan budaya, termasuk ludruk,” kata Heru, salah satu mahasiswa, lewat situs resmi ub.ac.id edisi 2 September 2025.
Ludruk dulu kerap menjadi kegiatan yang diselenggarakan salah satu sanggar budaya di Desa Kluwut. Tapi, sejak para tetua desa menarik diri karena usia, generasi muda enggan mempertahankan eksistensi Ludruk Desa Kluwut. Maka, mahasiswa PkM FIB UB berupaya menghidupkan kembali semangat Gen-Z dan masyarakat desa mempertahankan dan mencintai budaya mereka dengan menggelar Pentas Budaya Kluwut 2025.
Pentas Budaya Kluwut dibentuk oleh PkM kelompok 15 dan 16 dengan rangkaian kegiatan pementasan tari tradisional Bapang, Baca Puisi, Tari Dolanan Jawa, Tari Gugur Gunung, dan Teater Keserakahan Ibu dan Anak Tiri. Kegiatan ini mengajak generasi muda dari berbagai dusun untuk bergabung menjadi talent. Pesertanya siswa kelas 3 SD hingga kelas 12 SMP.
“Para talent melakukan latihan satu minggu, tetapi penampilan yang disajikan sangat menghibur penonton. Keantusiasan talent dalam latihan membuat mereka mampu tampil sangat memukau walaupun latihannya berkejaran dengan mepetnya waktu,” ungkapnya.
Pementasan menjadi ajang yang menambah antusiasme generasi muda desa terhadap budaya. Harapannya, Pentas Budaya Kluwut dapat dijadikan acara tahunan agar budaya lokal tidak hilang terkikis perkembangan zaman. Sinergi masyarakat desa dengan mahasiswa PkM FIB UB membuat budaya lokal yang telah terkubur bangkit dan menjadi contoh bagi desa lainnya dalam menjaga keberadaan budaya lokal. [PKMFIB16/MIT]


