Muhadatsah: Latihan Ngobrol Arab–Inggris Biar Nggak Gagap Kalau Ketemu Orang Bule

MEPNEWS.ID-Di serambi Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, Wonogiri, setiap Rabu dan Sabtu, anak-anak muda duduk berpasang-pasangan. Mereka saling menatap, lalu berucap dengan bahasa yang bukan ibu mereka. Arab, Inggris. Dua bahasa dunia yang sering terasa jauh, kini dipeluk dengan keberanian.

Kegiatan itu disebut muhadatsah. Sebuah ikhtiar sederhana, tapi penuh laku. Bukan sekadar menghafal kosakata atau membongkar gramatika. Muhadatsah adalah latihan untuk melampaui rasa takut, mengalahkan canggung, menumbuhkan percaya diri. Lidah mereka mungkin terbata, tapi semangat mereka tidak pernah patah.

Bahasa, dalam pesantren ini, tak lagi dipandang sebatas aturan. Ia menjelma jembatan. Menghubungkan teori di kelas dengan praktik di kehidupan. Santri-santri yang sehari-hari akrab dengan kitab kuning kini menemukan cara lain untuk menyapa dunia. Mereka bercakap, berdialog, dan menertawakan kesalahan bersama. Justru dari salah itulah mereka tumbuh.

Lebih dari sekadar keterampilan, muhadatsah adalah ruang pengasahan jiwa. Di sana santri belajar bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga keberanian untuk hadir di hadapan orang lain. Kemandirian mereka dirajut, kreativitas mereka dipantik.

Dan di balik itu semua, ada harapan besar: bahwa suatu hari, para santri ini akan melangkah keluar dari pesantren dengan bekal keilmuan agama yang kokoh, dan dengan kemampuan bahasa yang membuka cakrawala. Arab untuk menyelami khazanah Islam, Inggris untuk merengkuh dunia yang lebih luas.

Di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, muhadatsah bukan rutinitas belaka. Ia adalah suluk kebahasaan. Jalan sunyi yang menyiapkan santri agar tidak gagap di hadapan zaman. Sebuah ikhtiar agar religiusitas tidak tercerabut dari konteks global.

Mereka berbicara. Kita mendengar. Dari suara-suara yang awalnya pelan dan ragu, perlahan lahir keberanian yang kokoh. Dan bukankah memang begitu jalan ilmu? Dimulai dari terbata, lalu perlahan menjadi merdeka.

Facebook Comments

Comments are closed.