mepnews.id – Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan tekstil ramah lingkungan berbasis pewarna alami daun ketapang (Terminalia catappa). Proyek ini memanfaatkan modifikasi nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) guna meningkatkan ketahanan warna terhadap sinar Ultra Violet.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id edisi 10 Juni 2025, tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini terdiri atas Khisna Rizqi Fauzia, Malikhah Melia Putri, Respa Ardian, Tsabita Chairani Candra, dan Mayra Humna Nastiti. Khisna bertanggung jawab dalam proses ekstraksi, modifikasi, dan pewarnaan kain. Melia dalam scouring dan mordanting. Respa mengelola analisis data. Tsabita melakukan pengujian. Mayra mengatur preparasi, administrasi, dan publikasi proyek.
Proyek ini bermula dari keprihatinan akan dampak limbah industri tekstil yang menggunakan pewarna sintetis berbahaya. Maka, mereka memilih daun ketapang atas dasar kandungan taninnya tinggi dan ketersediaannya melimpah.
Penelitian dimulai setelah proses brainstorming dan penyusunan proposal pada Februari 2025. Proses pengolahan melibatkan beberapa tahapan, dari ekstraksi daun ketapang, modifikasi dengan TiO₂, proses scouring dan mordanting kain, hingga pencelupan dan uji ketahanan warna.
Uji laboratorium menunjukkan hasil menjanjikan. Kain yang dimodifikasi dengan TiO₂ dan di-mordanting dengan FeCl₃ menunjukkan ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari hingga skala 5 (sangat baik); lebih tinggi dibanding kain tanpa perlakuan yang hanya mencapai skala 4. Uji intensitas warna dengan colorimeter juga menunjukkan peningkatan nilai kecerahan warna (nilai L*).
Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UNY untuk preparasi dan modifikasi ekstrak, Laboratorium Teknik Tekstil UII untuk uji tahan luntur warna, dan Laboratorium Terpadu FMIPA UNY untuk uji FTIR dan kadar tanin.
Meski belum mendapat dukungan dari investor eksternal, proyek ini telah memperoleh pendanaan dari Belmawa dan mendapatkan apresiasi dari dosen pembimbing dalam sesi konsultasi riset. Tim juga menyiapkan katalog kain dari berbagai jenis bahan seperti katun, linen, rayon, dan sutra sebagai prototipe produk.
Tim berharap dapat menjalin kerja sama dengan mitra industri agar dapat uji coba komersial. Mereka berencana mempublikasikan hasil riset di jurnal ilmiah sebagai upaya memperkuat landasan akademik inovasi mereka.
“Jangan ragu untuk memulai. Inovasi besar selalu datang dari kepekaan terhadap masalah kecil di sekitar kita. Dengan semangat kolaborasi dan keberanian mencoba, generasi muda bisa menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan” pesan Khisna. (Prasetyo P. Sanota dan Kharisma Nurlaila)


