Mahasiswa Polije Gali Ilmu Budidaya Udang Vannamei di Situbondo

mepnews.id – Sebanyak 79 mahasiswa Program Studi Manajemen Agribsinis, Politeknik Negeri Jember (Polije), praktik lapangan Mata Kuliah Produksi Perikanan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ini bertema ‘Mengelola Kesehatan Udang: Kunci Sukses Panen Pasti Cuan.’ Tujuannya menambah wawasan serta keterampilan mahasiswa dalam budidaya berkelanjutan udang vannamei.

Dikabarkan situs resmi polije.ac.id edisi Bimtek diisi materi teknis budidaya udang vannamei, bagaimana mengelola kesehatan udang, strategi manajemen tambak, hingga teknik menekan biaya produksi. Mahasiswa juga mengunjungi tambak intensif milik BPBAP, praktik langsung pengamatan konstruksi tambak, fasilitas pendukung budidaya, kualitas air. Juga manajemen budidaya yang mencakup penebaran benih, pemeliharaan, panen, dan pascapanen.

Dhani Mas Ahmad Ilyasa, peserta bimtek, menyampaikan, “Kami dibekali pengetahuan mulai dari persiapan kolam, pemilihan benur, hingga proses pemasaran. Setelah itu kami menuju tambak intensif untuk melakukan pengamatan kelayakan tempat dan kualitas air. Kami melihat BPBAP sangat kompeten dalam menjaga kualitas dan kuantitas udang vannamei.”

Ilyas menambahkan, banyak hal yang didapatkan dari mengikuti kegiatan ini. “Kami belajar mengenali udang vannamei, mengenal berbagai jenis penyakit, hingga memahami cara menghitung Feed Conversion Ratio (FCR) agar produksi efisien dan hasil maksimal. Kami juga berkeliling tambak udang dan kerapu.”

Kegiatan ini bagian dari upaya sistematis kampus untuk memperkuat keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang budidaya perikanan. Ida Adha Anrosana Pongoh SPi MP, selaku dosen pendamping kegiatan, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori dan praktik lapangan.

“Dengan pendekatan bimtek di lokasi tambak intensif, mahasiswa dapat langsung melihat, memahami, dan bahkan menganalisis sistem budidaya udang vannamei yang berorientasi pada keberlanjutan dan efisiensi biaya. Ini menjadi pengalaman empiris penting bagi mereka sebelum terjun ke dunia kerja atau usaha budidaya secara mandiri,” jelasnya.

Menurut Ida, kolaborasi dengan BPBAP Situbondo merupakan langkah strategis karena telah memiliki sistem budidaya udang yang berorientasi ekspor. “Kami berharap kegiatan semacam ini terus dikembangkan. Tidak hanya kunjungan lapang, tetapi juga kerja sama riset dan pemagangan.”

Para mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga semangat untuk berkontribusi dalam industri perikanan budidaya berdaya saing tinggi. (hnf)

Facebook Comments

Comments are closed.