IMA-G ITB Revitalisasi Taman Barokah

mepnews.id – Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma Institut Teknologi Bandung (IMA-G ITB) melakukan revitalisasi Taman Barokah di Taman Barokah, Lebak Siliwangi, Kota Bandung, pada 21 Februari 2025. Peresmian taman ini sebagai penutup dari rangkaian kegiatan ArchiCare IMA-G ITB 2024.

Dikabarkan situs resmi itb.ac.id, ArchiCare merupakan program kerja Pengabdian Masyarakat di bawah Divisi Sosial Masyarakat, Bidang Keilmuan dan Keprofesian IMA-G ITB 2024, yang berfokus pada penerapan ilmu arsitektur dalam meningkatkan kualitas ruang publik.

Pendekatan yang digunakan adalah desain partisipatif, dengan melibatkan masyarakat mulai perencanaan hingga perawatan ruang yang telah dirancang. Hal ini untuk memastikan desain revitalisasi sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang sering bermain di Taman Barokah.

Program ini dimulai dari penentuan isu di Taman Barokah, lalu tim ArchiCare IMA-G ITB 2024 menggunakan Customer Journey Mapping untuk lebih memahami perspektif anak-anak di Taman Barokah. Mereka mengajak anak-anak bermain bersama untuk menumbuhkan rasa pertemanan dan melakukan kegiatan daur ulang untuk memancing kreativitas anak-anak.

Dalam tahapan selanjutnya, yaitu design workshop, tim mengajak anak-anak mengidentifikasi masalah yang ada di taman dan mendiskusikan apa saja kebutuhan mereka dalam ruang bermain.

Setelah proses desain, tim ArchiCare mempresentasikan desain akhir taman yang telah dirancang, dan meminta tanggapan dari masyarakat.

Proses pembangunan dimulai awal Februari dengan melibatkan pengurus RW dan warga setempat.

Marceline Claudya Teguh, ketua Divisi Sosial Masyarakat, mengatakan pengabdian masyarakat di Taman Barokah ini didasari kesadaran bahwa masih banyak permasalahan di sekitar yang belum terselesaikan. Maka, ia berusaha memberikan dampak kepada masyarakat terdekat terlebih dahulu.

“Walau banyak tantangan dan kebingungan, tetapi banyak pembelajaran yang didapat melalui kegiatan sosmas ini. Arsitektur tidak hanya soal hasil akhir, tetapi proses merancangnya juga menjadi hal penting. Semoga apa yang sudah dibangun bisa bermanfaat untuk warga setempat. Semoga ke depan akan lebih banyak kegiatan sosmas yang menambah ilmu arsitektur sekaligus berguna untuk masyarakat,” ujarnya. (Asya Aulia Sukma)

Facebook Comments

Comments are closed.