Top Off RS Pendidikan Unib oleh Dirjen Dikti

mepnews.id – Progres pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu (RSPTN Unib) mencapai tahap baru dengan seremoni topping off oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof Dr Khairul Munadi ST MEng di Padang Harapan, Kota Bengkulu, 14 Februari 2025.

Seremoni ini menandai tahap akhir pembangunan struktur gedung yang dilakukan di lantai tujuh. Dikabarkan situs resmi unib.ac.id, ini ditandai dengan pengecoran simbolis serta penekanan tombol sirine diiringi pembukaan backdrop bertuliskan ‘Topping-Off Ceremony Proyek Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu.’

Prof Khairul Munadi hadir bersama Staf Khusus Mendiktisaintek Bidang Pendidikan Tinggi, Prof Drs T. Basaruddin MSc PhD, dan didampingi Rektor Unib, Dr Retno Agustina Ekaputri SE MSc, para Wakil Rektor, Kepala Biro USD, Tim Project Management Unit (PMU) RSPTN Unib, serta perwakilan PT Deta Decon sebagai PMSC dan PT Adhi Karya selaku kontraktor utama.

“Kami datang dengan komitmen memastikan proyek ini berjalan dengan baik. Kami akan terus mendukung agar pembangunan terselesaikan sesuai rencana serta dilengkapi fasilitas dan tenaga medis yang kompeten,” ujar Prof Khairul Munadi.

Rektor dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan sangat bersyukur atas kehadiran Dirjen Dikti dan Staf Khusus Menteri. Dikatakan, proyek ini tidak hanya tentang upaya mewujudkan peningkatan pendidikan kedokteran tetapi juga urgent bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Bengkulu dan Pulau Sumatera umumnya.

Kegiatan topping-off diselenggarakan sebagai penanda bahwa pekerjaan struktur paling atas telah diselesaikan. Selanjutnya, pekerjaan non struktural berupa arsitekur, mechanical, electrical, plumbing dan sebagainya segera dilanjutkan.

Pembangunan RSPTN Unib dilakukan pada tiga blok bangunan. Blok B dengan ketinggian 6 lantai (7 termasuk atap). Blok C dengan ketinggian 3 laintai. Blok D dengan ketinggian 3 lantai plus 1 basement. Luas totalnya kurang lebih 14.000 M2.

Pembangunan direncanakan sejak 2018, melalui berbagai tahapan, termasuk studi kelayakan, perizinan, dan perencanaan teknis. Meski mengalami beberapa kendala, seperti perubahan regulasi dan keterbatasan anggaran, proyek terus berjalan dengan berbagai strategi penyesuaian.

Mengingat Bengkulu rawan gempa, pembangunan RSPTN Unib menerapkan teknologi base isolator pada Gedung D yang mencakup ruang operasi, ICU, IGD, dan ruang bersalin. Teknologi ini memungkinkan rumah sakit tetap beroperasi meskipun terjadi gempa bumi.

Hingga seremoni topping-off, progres fisik proyek mencapai 65,41%. Tim proyek berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal akhir April 2025.

Facebook Comments

Comments are closed.