Olahan Edamame untuk Cegah Preeklampsia Ibu Hamil

mepnews.id – Tim dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, mengembangkan program pencegahan preeklampsia pada ibu hamil melalui olahan edamame. Inovasi ini dilaksanakan dalam Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) dengan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember.

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi, terutama di negara berkembang. Jember menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur dalam kasus preeklampsia. Kondisi ini berisiko bagi ibu dan janin, serta berpotensi menyebabkan stunting pada anak yang dilahirkan.

Dikabarkan situs resmi unmuhjember.ac.id, Tim PKMS Unmuh Jember mengadakan penyuluhan serta demonstrasi pengolahan edamame bagi kader posyandu Dahlia 35 di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Jember, pada 12 Februari 2025.

Tim PKMS Unmuh Jember terdiri dari Ns Awatiful Azza MKep SpKepMat sebagai ketua pelaksana dan Danu Indra Wardhana STP MP sebagai anggota. Penyuluhan dihadiri 50 peserta, termasuk ibu hamil, kader Posyandu, bidan wilayah, serta perangkat desa setempat.

Awatiful Azza menjelaskan, preeklampsia biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Maka, pencegahan melalui peningkatan asupan antioksidan sangat penting.

Danu Indra memaparkan, edamame punya kandungan nutrisi tinggi. Folat dapat mengurangi risiko cacat lahir dan persalinan prematur. Juga ada kalium dan antioksidan yang membantu menjaga tekanan darah ibu hamil.

Dalam program ini, edamame diolah menjadi bubuk kering yang bisa diseduh sebagai minuman sehat dalam keadaan hangat maupun dingin. Olahan edamame bubuk lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi.

Kegiatan ini disambut antusias peserta. Andayani, salah satu mitra program, menyampaikan apresiasi kepada tim PKMS Unmuh Jember atas edukasi dan inovasi yang diberikan.

Para bidan dan kader posyandu juga berharap program ini dapat berlanjut agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan angka preeklampsia di Jember dapat ditekan, serta kesehatan ibu dan bayi semakin terjaga.

Facebook Comments

Comments are closed.