Hermoyo Edupark di Gunung Kidul akan Dibuka Libur Lebaran

mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat melakukan pembinaan pada Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak 2023. Salah satu program pembinaan adalah desa wisata edukasi, Hermoyo Edupark.

Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, UMY dan BSI Maslahat menargetkan desa wisata edukasi Hermoyo Edupark bisa dibuka untuk masyarakat umum saat libur Lebaran 2025.

Wakil Rektor bidang Keuangan dan Aset UMY, Rudy Suryanto SE MAcc PhD Ak CA, menjelaskan mata pencaharian mayoritas warga desa Semoyo adalah bertani. Meski demikian, program yang dibawa UMY dan BSI tidak akan menghilangkan jati diri pekerjaan asli warga desa Semoyo.

“Kami mencoba memberi nilai tambah teknologi dan inovasi guna memaksimalkan perekonomian warga. Program pengembangan desa Semoyo ini kombinasi antara ekowisata, peternakan, dan pertanian yang menggunakan konsep integrated farming system,” kata Rudy.

Hermoyo Edupark, sebagai tempat wisata, tentu UMKM menjadi komponen penting. Maka, dalam Hermoyo Edupark, disediakan fasilitas stand UMKM dari lima dusun-dusun Semoyo, Brambang, Salak, Pugeran, dan Wonosari.

“Yang ditampilkan kelima dusun tersebut adalah produk yang sudah dikembangkan UMY dan BSI bersama warga. Produk herbal berbahan dasar sereh diproduksi menjadi bahan ramah lingkungan seperti lilin aromaterapi, sabun cuci piring, sabun mandi, dan hand sanitizer. Selain itu, produk-produk kerajinan tangan,” ungkap Rudy.

Desa Semoyo dipilih sebagai binaan UMY karena terdapat 158 mustahik (orang yang berhak menerima zakat). “Mereka mendapatkan pendampingan tiga tahun, agar ke depan dapat menjadi muzakki (orang yang membayar zakat). Hal ini selaras dengan karakter dasar Muhammadiyah, yakni gotong royong demi kemanusiaan.”

Kepala Lembaga Pengabdian Mayarakat (LPM) UMY, Dr Ir Gatot Supangkat MP IPM ASEAN.Eng menuturkan, langkah ini upaya UMY dan BSI membantu aksesibilitas masyarakat terutama yang memiliki aksesibilitas rendah secara ekonomi, sosial budaya, dan bahkan politik.

Gatot berharap Desa Semoyo sebagai salah satu desa binaan UMY bisa terus berkembang secara dinamis dan dapat dijadikan research station sehingga diarahkan menjadi laboratorium lapangan bagi kampus Muda Mendunia. (NF)

Facebook Comments

Comments are closed.