mepnwes.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro membagikan makanan bergizi pada 9.486 siswa dan dhuafa di tujuh titik daerah distribusi.
Peluncuran kegiatan dilakukan di Aula Taqwa, 16 November 2024 pukul 08.30 oleh Suwito ketua PDM Bojonegoro. Acara dihadiri sekitar 500 tamu dari unsur Kemenangan, PDM, PDA, orto daerah, forpimda, MUI, NU, hingga LDII.
Dalam sambutannya, Suwito memaparkan pemberian makan siang dengan nilai per paket 25.000 rupiah ini untuk menyambut program Pemerintahan Merah Putih yang akan memberikan makan siang kepada siswa dari PAUD hingga sekolah menengah.
“Program yang dilakukan bertepatan dengan milah ke-112 Muhammadiyah ini sekaligus sebagai praktik ajaran pendiri Muhammadiyah, khususnya Surat Al Maun,” kata Suwito.
Hadir mewakili Pj. Bupati Bojonegoro, H. Hanafi, mengucapkan terima kasih mendalam pada Muhammadiyah Bojonegoro yang membantu program pemerintah kabupaten khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Kontribusi bidang pendidikan dapat dilihat dari banyaknya institusi pendidikan yang tersebar di beberapa kecamatan yang telah aktif mencerdaskan rakyat Bojonegoro. Di bidang kesehatan, klinik dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah sangat membantu masyarakat dalam hal kesehatan.
“Terkhusus, PD Aisyiyah berkolaborasi dalam program inklusi dengan Dinas Kesehatan terbukti mampu menurunkan angka stunting hingga menempatkan Bojonegoro sebagai kabupaten dengan stunting paling rendah di Jawa Timur. PD Aisyiyah juga ikut membekali masyarakat dengan berbagai keterampilan, termasuk pendidikan kepada remaja, semisal mengurangi tingginya angka perkawinan di bawah umur,” kata Hanafi.
Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, hadir secara virtual. Dalam sambutannya, ia menanggapi berbagai informasi terkait kurikulum, Ujian Nasional, zonasi, mata pelajaran PMP, atau lainnya.
“Sepanjang belum diterbitkannya aturan baru, maka aturan lama tetap berlaku. Intinya, ke depan pendidikan lebih ditekankan pada karakter dan skill yang berkaitan dengan kemajuan zaman. Perihal pembelajaran IT maupun tentang coding akan ditetapkan lebih lanjut, apakah masuk dalam mata pelajaran atau mata pelajaran pilihan di luar mata pelajaran,” kata Prof Mu’ti. (zid)


