mepnews.id – Dalam upaya memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal, Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA Unnes) menginovasikan produk kuliner. Para mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa AMLI Kewirausahaan (PKM-K) mengemas makanan tradisional jintul jadi lebih moderen dan kekinian.
Jintul ini adalah makanan rakyat yang bisa ditemukan di Tegal. Bahan mentahnya singkong yang umbinya diparut dan dikukus sekitar dua jam dengan dengan api sedang. Setelah masak, kukusan singkong diangin-anginkan hingga dingin lalu dipotong kecil-kecil dan dikepal jadi bulat-bulat. Jintul langsung dinikmati karena teksturnya kenyal dan mengenyangkan. Bisa juga dipadu dengan sambel atau ikan asin atau tahu, atau kerupuk, atau ditaburi parutan kalapa.
Muhammad Shidqi Al Ghiffari, Maulana Nur Sa’bani, Muhammad Misbahul Munir, Wuri Hastuti, dan Indah Wulan Hidayah, mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FMIPA Unnes di bawah bimbingan Adi Satrio Ardiansyah SPd MPd, memodernisir tampilan jintul. Pengemasan moderen dan label nama ‘Kribo.J’ diharapkan membuat jintul lebih dikenal dan diterima masyarakat luas terutama kalangan muda.
Dikabarkan situs resmi unnes.ac.id edisi 5 November 2024, pendekatan modern berupa pengemasan dan penyajian produk tradisional ini berhasil menarik perhatian, termasuk konsumen dan pelaku usaha kuliner. “Penelitian yang dilakukan tim menunjukkan, Kribo.J memiliki potensi di pasaran sebagai camilan khas dengan rasa menarik dan praktis dikonsumsi. Respons positif yang diterima menunjukkan jintul memiliki peluang berkembang di pasar lebih luas,” begitu diungkapkan adminnya.
Inovasi ini tidak hanya menjadi peluang usaha tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal melalui pendekatan kewirausahaan. Produk ini menunjukkan bagaimana tradisi dan modernitas bisa selaras, serta memberikan inspirasi untuk mengembangkan produk kuliner berbasis budaya lokal di masa depan.


