Festival Gerobak Sapi pada Dies Natalis FKH UGM

mepnews.id – Sebanyak 78 gerobak sapi ikut parade keliling kampung sejauh 5 kilometer di Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Minggu 25 Agustus 2024. Gerobak ditarik dua sapi Peranakan Ongole (PO) putih, diawak satu bajingan atau sopir dan satu orang yang bertugas sebagai navigator. Dalam karnaval sejak pagi hingga siang, pengunjung diperkenankan ikut duduk di bagian belakang gerobak.

Arak-arakan puluhan gerobak sapi keliling kampung ini bagian dari Festival Gerobak Sapi Merdeka yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dalam rangka memeriahkan rangkaian Dies Natalis ke 78 dan perayaan ulang tahun ke-16 kelompok penunggang gerobak sapi Pangrekso Andini Karyo (PAK).

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni dari FKH-UGM, Prof Dr drh Aris Haryanto MSi, mengatakan Festival Gerobak Sapi kali ini diikuti lima kelompok gerobak sapi, yakni Pangrekso Andini Karyo, Langgeng Sehati, Makarti Roso Manunggal, Manunggal Lestari, dan Pager Merapi dari Klaten, Jawa Tengah.

Sapi yang diikutkan adalah Peranakan Ongole (PO). Salah satu ciri khas sapi potong PO adalah badan tinggi besar, berwarna putih keabu-abuan, dan mempunyai punuk di belakang kepala. “Sapi-sapi PO ini mendapatkan perawatan maksimal dan sehat karena mampu dan sudah terbiasa menarik gerobak dan melakukan perjalanan cukup panjang,” ungkapnya.

Setelah parade keliling dan kembali ke Lapangan Pojok Hargobinangun, Festival Gerobak Sapi dimeriahkan dua perlombaaan yaitu Lomba Drag Race Gerobak Sapi dan Lomba Tunggang Serasi. Dalam Drag Race atau lomba ketangkasan, para bajingan mengendarai gerobak tanpa navigator, sapi dan gerobak harus melewati rute yang sudah dirancang dan tidak boleh melebihi batas waktu 5 menit. Lomba Tunggang Serasi bersifat individu di mana penunggang dan sapinya harus mampu melewati rute berliku dalam waktu kurang dari 2 menit serta sapi menurut saat diarahkan untuk memberikan penghormatan di depan panggung selama 30 detik.

Untuk Lomba Drag Race, juara 1 diraih bajingan Suwardi dengan waktu 1:31, juara kedua Dayu dengan 1:37 dan Ari 1:38. Untuk lomba Tunggang Serasi, juara 1 Sapto dengan catatan waktu 01.11.59, juara 2 Iza dengan waktu 01.13.73 dan juara 3 Dani dengan waktu 01.22.91. Para pemenang lomba mendapat hadiah tropi Dekan FKH UGM, sertifikat juara dan sejumlah uang pembinaan. (Agung Nugroho)

Facebook Comments

Comments are closed.