mepnews.id – Dalam upaya mendukung pembelajaran bahasa dan mengembangkan kreativitas masyarakat, Layanan Bahasa dan Ekonomi Kreatif (Lbekraf) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) menawarkan berbagai kelas bahasa untuk umum. Salah satunya kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Istimewanya, kelas BIPA tidak hanya mengajarkan bahasa Indonesia tapi juga disusun untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya mempelajari bahasa secara teori, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya yang melekat dalam masyarakat Indonesia.
Dikabarkan situs resmi ub.ac.id edisi 16 Agustus 2024, salah satu cara memberikan pengalaman secara langsung adalah melalui kelas membatik. Kelas ini memberikan peserta kesempatan terlibat dalam proses pembuatan batik.
Para peserta diajarkan menorehkan malam batik menggunakan canting mengikuti pola yang sudah dibuat. Setelah digambar, mereka mewarnai kain dengan teknik colet dan teknik celup.
Molly, salah satu peserta dari Amerika Serikat, merasa antusias dengan pengalaman ini. “Menyenangkan sekali karena saya tidak ada pengalaman seperti ini sebelumnya. Ini pertama kali saya membuat batik sendiri.”
“Kami biasanya lihat gaya batik di seluruh Indonesia. Sekarang kami bisa terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Saya rasa seni ini cocok dengan budaya orang Indonesia yang sangat sabar,” tambah Kyle, suami Molly.
Joon Hyuk, peserta lain dari Korea Selatan, menambahkan, “Menurut saya, kelas membatik ini penting untuk lebih mengenal budaya Indonesia dengan cara menyenangkan.”
Fatmawati MSn, dosen Program Studi Seni Rupa Murni sekaligus guru kelas membatik untuk peserta BIPA, mengaku antusias pada besarnya minat belajar para peserta.
“Semakin banyak orang asing belajar batik, saya semakin bersemangat. Masalah komunikasi untuk menjelaskan istilah-istilah lokal terkadang muncul. Namun, semuanya terbayarkan ketika mereka merasa senang dan puas dengan kelas ini,” tutur Fatma.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan dedikasi dari para pengajar, kelas membatik bagi peserta BIPA Lbekraf FIB UB menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan berbagai negara. Program ini diharapkan berlanjut dan berkembang sehingga menghasilkan lebih banyak kesempatan bagi penutur asing untuk mengenal dan mengapresiasi budaya Indonesia. (acl/dts)


