Dosen Polinema Latih Santri Ponpes Produksi Consumer Goods

mepnews.id – Dosen-dosen Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang (Polinema), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Choliliyah, Lekok, Pasuruan. Kegiatan bertema ‘Pelatihan Pembuatan Consumer Goods’ ini fokus pada pembuatan sabun cair dan spray antiseptik dari bahan alami.

Dikabarkan situs resmi polinema.ac.id, acara pada 3 Agustus 2024 itu dimulai pagi dengan sambutan KH Drs Ach. Ridlwan Cholil MPdI pengasuh Pondok. Selain berterima kasih pada tim dosen Polinema, ia juga berharap ilmu yang dibawa dapat memberikan barokah dan manfaat kepada peserta pelatihan.

Lalu, pelatihan pertama pembuatan sabun cair yang dipandu Listiyana Candra Dewi SSi MSi pakar bidang kimia terapan. Listiyana memberikan penjelasan detail bahan dan langkah-langkah pembuatan, serta tips dan trik untuk menghasilkan sabun cair berkualitas tinggi.

Bahan-bahan dasar yang digunakan antara lain Texapone, Arkopal, Na2EDTA, NaCl (garam), air, dan berbagai bahan tambahan untuk aroma dan warna. “Sabun cair yang berkualitas dimulai dari pemilihan bahan baku yang baik. Minyak kelapa, misalnya, harus murni dan bebas dari kontaminan. Proses pembuatan harus hati-hati untuk menghindari kesalahan yang bisa merusak produk akhir,” jelas Listiyana.

Peserta pelatihan antusias mengikuti setiap instruksi. Mereka langsung mempraktikkan pembuatan sabun, mulai dari mencampurkan bahan, mengaduk, hingga tahap akhir pengemasan. Listiyana juga memberikan kesempatan kepada peserta bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek pembuatan sabun cair.

Secara parallel juga dilaksanakan pelatihan pembuatan spray antiseptik dari bahan natural yang dipandu Noor Isnaini Azkiya SSi MSi pakar kimia organik dan bahan alami. Noor Isnaini menjelaskan pentingnya penggunaan bahan alami untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan bahan kimia sintetis. “Bahan alami seperti ekstrak daun sirih, lidah buaya, dan minyak esensial memiliki sifat antiseptik yang efektif dan aman digunakan,” ujarnya.

Noor Isnaini juga menjelaskan manfaat masing-masing bahan, cara ekstraksi, serta bagaimana mengolah jadi spray yang siap digunakan. Proses dimulai dengan ekstraksi bahan aktif dari tanaman, pencampuran dengan air dan alkohol, serta penambahan minyak esensial untuk aroma. Peserta berkesempatan langsung mencoba membuat. Noor Isnaini juga memberikan tips mengenai cara menyimpan dan menggunakan produk antiseptik agar tetap efektif.

Acara diakhiri dengan sesi penutup. Para peserta menyampaikan apresiasi terhadap ilmu dan keterampilan baru yang mereka peroleh. Mereka merasa terbantu pelatihan ini, dan berharap dapat menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha.

“Saya berterima kasih kepada para dosen Polinema yang memberikan pelatihan ini. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat. Kami berharap dapat mengaplikasikannya untuk membuat produk-produk yang berguna bagi keluarga dan masyarakat,” ujar salah satu peserta.

Tim dosen Polinema juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan partisipasi peserta. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. “Kami senang melihat antusiasme dan partisipasi peserta. Kami berharap ilmu yang telah kami bagikan dapat bermanfaat dan diterapkan dengan baik,” ujar Listiyana.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polinema dan masyarakat, khususnya komunitas Pondok Pesantren Salafiyah Al-Choliliyah. Polinema berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan masyarakat melalui program-program pengabdian berkelanjutan.

Facebook Comments

Comments are closed.