mepnews.id – Bencana galodo (banjir bandang) mengoyak beberapa wilayah di Sumatera Barat pada Mei 2024 menyebabkan kerusakan parah dan 61 korban jiwa serta 12 hilang. UIN Imam Bonjol Padang, sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri di Sumatera Barat, turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
Rektor Prof Dr Martin Kustati MPd, bersama tim mitigasi bencana universitas, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr H. Waryono Abdul Ghafur MAg, bergerak cepat membantu korban.
Dikabarkan situs resmi uinib.ac.id edisi 20 Mei 2024, rombongan mengunjungi lokasi terdampak di Bukit Tinggi, Agam, dan Tanah Datar. Kunjungan ini untuk meninjau kondisi pasca bencana, menyalurkan bantuan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pemulihan.
Prof Martin Kustati dan Prof Waryono menyerahkan bantuan sembako, pakaian, obat-obatan, dan dana zakat dan wakaf kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan mempercepat proses pemulihan.
Keduanya juga berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan organisasi kemanusiaan, untuk membahas upaya pemulihan pasca bencana.
“UIN Imam Bonjol Padang berkomitmen membantu masyarakat yang terkena dampak bencana . Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan berbagai upaya untuk membantu pemulihan pasca bencana,” kata Prof Martin Kustati.
Beberapa mahasiswa UIN Imam Bonjol juga terkena dampak banjir bandang. Rahmah Afifah, mahasiswa semester 8, rumahnya rusak. Arya Adhil Kamza, mahasiswa angkatan 2020, ayahnya meninggal akibat longsor di Sitinjau Lauik, ibunya dirawat di RS M. Jamil Padang, dan kakaknya luka-luka. Durratul Latifah, rumahnya hancur, pakaian hanyut, dan handphone-nya hilang. Vivi Fadhilah, semester 4, rumahnya terendam banjir dua kali.
UIN Imam Bonjol menyalurkan bantuan uang tunai Rp. 22.500.000 kepada empat mahasiswa berdasarkan beratnya permasalahan, dan ke posko banjir di SD 08 Bukik Batabuah Rp 5 juta.


