Tradisi Molod di Bawean

Oleh: Kurniawati Maulidiyah

mepnews.id – Bawean adalah pulau kecil di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Untuk mengunjungi pulau ini, Anda dari Pulau Jawa harus menyebrang lautan dengan transportasi laut yakni kapal Express Bahari dan kapal Gili Iyang atau transportasi udara yakni pesawat Susi Air.

Bawean memiliki keindahan wisata luar biasa dan memiliki kearifan lokal yang sangat banyak dan unik. Salah satu contoh tradisi di Bawean yakni ‘Molod’. Dalam bahasa Indonesia, ini dikenal sebagai ‘Maulid Nabi Muhammad SAW.’

Bagi umat Muslim, 12 Rabiulawal adalah tanggal kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Nabi yang membawa umat muslim dari zaman kegelapan ke zaman yang terang menderang. Maka, kita sebagai umat Beliau selalu memperingati dan menyambut hari kelahiran itu dengan hati senang.

Masyarakat Bawean selalu merayakan dengan meriah dan penuh semangat dari hati yang tulus serta ikhlas dalam memperingati maulidur nabi. Untuk perayaan satu tahun sekali itu, masyrakat Bawean memiliki cara tersendiri. Bisa dikatakan, cara masyarakat Bawean sangat unik karena berbeda dengan pulau-pulau atau daerah lain di Indonesia.

Kadang, orang luar Bawean mengatakan Molod ini seperti berfoya-foya karena perayaannya bisa menghabiskan dana berjuta-juta. Tetapi, bagi masyarakat Bawean, ini wajar karena sudah jadi tradisi yang turun-temurun. Masyarakat Bawean merayakan Molod hampir sebulan penuh yakni mulai tanggal 12 hingga habisnya bulan Rabiulawal.

Saat pelaksanaan acara molod, yang hadir ke masjid rata-rata kaum laki-laki karena kaum perempuan atau ibu-ibu bertugas menjemput berkatan. Di masjid, rangkaian acara molod terdiri dari pembukaan, sambutan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah mubaligh, dan pembacaan diba’ atau asraqalan, serta ditutup dengan doa.

Salah satu yang khas dari tradisi molod di Bawean adalah ada angka’an (bawaan/berkatan/hantaran) makanan beserta barang-barang lainnya. Angka’an molod harus terdapat makanan ciri khas yakni ghughudhu, rengginang, dhudhul/jhubhede, dan cocok telur.

Sebelum diangkut ke masjid, angka’an molod harus dihias semaksimal mungkin. Yang dikemas dalam angka’an dapat berupa makanan ringan, buah-buahan, nasi beserta lauk pauknya. Wadahnya dapat berupa bak atau ember plastik, dengan ragangan dari bambu. Setiba di masjid, berkat molod saling ditukar dengan milik orang lain berdasarkan nomor undian.

Berkat untuk molod ini bisa menghabiskan dana berjuta-juta rupiah dan panjang rancangannya bisa sampai 1 meter. Untuk besaran dana, biasanya sudah ada kesepakatan jumlah tertentu oleh warga. Tapi, masyarakat tetap saja melebihkan dana tersebut asalkan mampu dan ikhlas. Bahkan, mereka saling bersaing membuat angka’an molod terbagus untuk dibawa ke masjid.

Untuk mengadakan angka’an molod, harus ada kesepakatan lebih dulu. Jadi, sebelum pelaksanaan, masyarakat rapat atau musyawarah. Persiapan angka’an untuk molod biasanya satu minggu sebelum hari H. Masyarakat berlomba-lomba berbelanja agar tidak kehabisan stok makanan. Jika musim molod tiba, biasanya stok makanan di mini market atau toko-toko lainnya cepat habis.

Biasanya, saat bulan molod tiba, bermacam-macam lomba dilaksanakan untuk memperingati maulid Nabi. Contohnya, di langgar ada lomba membaca surat-surat pendek, lomba adzan, lomba makan kerupuk, lomba cerdas cermat yang berhubungan dengan ilmu agama. Lomba-lomba yang diadakan dibuat menarik sehingga anak-anak bahkan orang dewasa semangat menyambut molod.

Masyarakat Bawean sangat senang jika sudah tiba bulan molod. Mereka menyambut dengan senang dan meriah. Bukan hanya di masjid, molod juga wajib dilaksanakan di di sekolah, di langgar, di pondok pesantren, dan tempat-tempat lainnya.

Ini lah salah satu kearifan lokal di Pulau Bawean. Molod sangat unik karena perayaannya berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Selain molod, Bawean memiliki banyak kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu kala. Kearifan lokal yang bersifat melekat dalam masyarakat ini menjadi salah satu cara untuk menghindari dampak negatif budaya asing.

  • Penulis adalah siswa SMAN 1 Sangkapura, Bawean

Facebook Comments

Comments are closed.