Ohau, Penjernih Udara Alami Berbasis Mikroalga

mepnews.id – Dosen dan mahasiswa Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan air purifier alami memanfaatkan mikroalga sebagai penyaring utama bernama. Produk penjernih udara bernama Ohau ini diciptakan atas dukungan ITS dan mitra perusahaan yakni Panasonic.

Bambang Tristiyono ST MSi Kepala Departemen Desain Produk Industri ITS

Kepala Departemen Despro ITS, Bambang Tristiyono ST MSi, menyatakan produk ini upaya ITS mengurangi potensi pencemaran udara di dalam ruangan. Dilansir World Health Organization (WHO), 3,2 juta orang mengalami kematian prematur setiap tahun yang disebabkan penyakit terkait pencemaran udara di dalam ruangan.

“Hal tersebut terjadi karena zaman ini produktivitas di dalam ruangan lebih besar daripada di luar ruangan,” ungkapnya, lewat rilis pers ITS 20 Oktober 2023.

Bambang memaparkan, solusi permasalahan ini tentu menghadirkan air purifier dalam ruangan. Tambahan mikroalga merupakan salah satu aspek yang dapat mendorong performa penyaringan udara pada air purifier di pasar. “Menurut penelitian, mikroalga menyerap 10 hingga 15 kali lipat karbon dioksida (CO2) dibandingkan tanaman darat,” paparnya.

Air purifier karya Despro ITS ini terdiri dari dua modul utama; penjernih udara dan mikroalga. Modul penjernih udara terbuat dari plastik Akrilonitril Butadiena Stiren (ABS), modul mikroalga terbuat dari tabung akrilik bening.

Ohau ke depan dapat dioperasikan melalui aplikasi yang sedang dikembangkan ITS. “Aplikasi ini nanti diperkirakan dapat mengendalikan suhu, intensitas penyaringan, hingga memeriksa keadaan alat,” terang Bambang.

Berkolaborasi dengan Departemen Biologi dan Teknik Elektro ITS, produk ini ditujukan untuk pengguna yang tinggal di daerah berpolusi dengan iklim panas. Lingkungan ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk dan pengguna pendingin ruangan disarankan memiliki produk tersebut.

Karya yang digagas Despro ITS ini mencapai penghargaan juara terbaik kategori Design Solution with Advanced Technology dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-4 pada 13 Oktober 2023 yang diselenggarakan Aliansi Desain Produk Industri Indonesia (ADPII).

Bambang berharap produk ini dapat dikembangkan lebih jauh dari segi fungsi dan estetikanya. Ia berharap bisa mendapatkan dukungan kuat dari segenap sivitas akademika ITS dan mitra perusahaan lainnya, khususnya Panasonic. “Semoga karya seperti ini bisa dikembangkan dan dapat diproduksi secara massal,” harapnya. (Bima Surya Samudra)

Facebook Comments

Comments are closed.