Mengenali Spektrum Kecanduan Internet

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Dalam sehari, berapa lama Anda online?

Rasanya, jarang sekali ada orang yang tidak terkoneksi online sama sekali di zaman ini. Yang banyak, orang sambil duduk saja bisa konek, sambil tiduran bisa online, bahkan saat di dalam WC pun bisa ngobrol dengan dunia luar lewat internet.

Nah, untuk mengukur level kecanduan pada jagad maya internet, para peneliti dari University of Surrey di Inggris Raya memperkenalkan spektrum baru kecanduan internet. Berdasarkan penelitian yang melibatkan 796 partisipan, pengguna internet dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok:

  • Casual users alias pengguna biasa (14,86%): Kelompok ini sebagian besar online hanya untuk tugas atau urusan tertentu lalu offline tanpa berlama-lama. Kelompok ini tidak menunjukkan tanda-tanda kecanduan. Umumnya berusia lebih tua, dengan rata-rata 33,4 tahun. Paling tidak tertarik untuk mengeksplorasi aplikasi baru.
  • Initial users alias pengguna awal (22,86%): Kelompok ini sering kali online lebih lama daripada yang diperlukan. Mereka sering mengabaikan pekerjaan pokok namun tidak menganggap diri kecanduan. Memiliki usia rata-rata 26,1 tahun, mereka cukup tertarik pada aplikasi.
  • Experimenters alias sedang coba apa saja (21,98%): Kelompok ini merasa tidak nyaman atau merasa cemas jika tidak terkoneksi dengan internet. Begitu online, perasaan mereka jadi lebih lega. Dengan usia rata-rata 22,8 – 24,3 tahun, pelaku eksperimen berkeinginan mencoba aplikasi dan teknologi baru.
  • Addicts-in-Denial alias sudah kecanduan tapi menyangkal (17,96%): Kelompok ini menunjukkan perilaku adiktif, misalnya selalu ingin membentuk koneksi baru secara online dan rela mengabaikan tanggung jawab dunia nyata demi bisa online. Namun, mereka tidak mengaku merasa tidak nyaman jika tidak terkoneksi. Jadi, santai saja. Mereka juga cukup percaya diri dalam menggunakan teknologi seluler.
  • Addicts alias pecandu (22,36%): Kelompok ini secara terbuka mengakui kecanduan internet. Mereka menyadari dampak negatif kecanduan internet terhadap kehidupan. Waktu online mereka jauh lebih lama dibandingkan pengguna biasa. Kelompok ini paling percaya diri dalam menggunakan aplikasi dan teknologi baru.

Dr Brigitte Stangl, penulis utama studi University of Surrey ini, mengatakan: “Tujuan utama kami memperjelas perbedaan antara menggunakan internet secara bermasalah dan sekadar kecanduan. Kami menemukan, semakin muda Anda maka semakin besar kemungkinan Anda kecanduan internet, dan kecenderungan ini menurun bertambahnya usia. Kami juga ingin mengeksplorasi bagaimana tingkat keparahan kecanduan internet mempengaruhi pengalaman pengguna dengan aplikasi baru berteknologi tinggi seperti augmented reality.”

Studi ini menemukan, pengalaman emosional (emosi yang dirasakan saat menggunakan aplikasi) sangat memprediksi perilaku masa depan semua kelompok ketika pengguna berinteraksi dengan augmented reality. Sebaliknya, pengalaman tindakan (menjelajahi situs web atau main game) sebagian besar tidak relevan bagi pecandu.

Dr Stangl menyimpulkan: “Studi kami menegaskan perlunya intervensi dan dukungan yang disesuaikan untuk individu di berbagai tahap kecanduan internet. Temuan ini tentu mempengaruhi desain dan pengembangan layanan digital dan aplikasi AR, memastikan layanan tersebut memenuhi beragam kebutuhan pengguna di lingkungan digital saat ini.”

Di mana pun tempat Anda spektrum Surrey, selalu ada sisi positif dan sisi negatif. Yuk, optimalkan sisi positif dan bermanfaat dari jagat maya. Yuk, kurangi sesedikit mungkin efek buruk dari koneksi internet berlebihan dan tanpa saringan.

Facebook Comments

Comments are closed.