mepnews.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan batik ecoprint di Ponpes Internasional Al-Illiyin, Wringinanom, Gresik, 26 September 2023.
Rombongan DWP disambut jajaran Ponpes Internasional Al-Illiyin. Ustadz Arif Lukman Hakim, pengurus Ponpes, mengucapkan, “Terima kasih sudah berkenan datang dan berbagi ilmu kepada kita semua. Insha Allah bermanfaat dan semoga tidak hanya dicukupkan dalam pelatihan ini, tetapi bisa terus berlanjut dengan kegiatan lain.”
Pelatihan melibatkan 60 santri yang didampingi tim Batik Ecoprint dan DWP Unesa. Pengerjaan batik ecoprint membutuhkan waktu 2,5 jam dengan berbagai bahan dari alam. Pewarnanya dari tanaman tegeran, tingi, secang, dan jalawe.
Proses pembuatannya memiliki 3 tahap. Pertama, pre-mordan, menghilangkan zat kimia dengan merebus kain dalam larutan tro 1 jam lalu dibiarkan dingin dan diangin-anginkan. Kedua, mordan, yakni perebusan kain menggunakan tawas/soda abu dan cuka, lalu kain dibiarkan kering tanpa sinar matahari. Ketiga, pos-mordan, yakni pengolahan kain dengan berbagai teknik ecoprint serta perendaman menggunakan larutan tunjung dan kapur.
Ketua tim Batik Ecoprint, Fitriya, mengungkapkan semua proses mordan menjadi kunci keberhasilan pembuatan batik ecoprint. Rangkaian proses harus dilakukan berurutan, tidak boleh terbalik ataupun ada yang ditinggalkan.
Setelah pembuatan batik selesai, perlu waktu 2 jam untuk proses pengukusan. Tujuan agar warna yang terkandung pada tanaman bisa keluar dan menempel pada kain.
Selama proses pengukusan, santriwan dan santriwati aktif mengajukan pertanyaan untuk mengenal lebih jauh mengenai pengolahan kain ramah lingkungan tersebut.


