SMP Insan Terpadu Paiton Belajar Penanganan Bullying

mepnews.id – Siswa dan guru SMP Insan Terpadu, Paiton, mengunjungi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 31 Agustus 2023, untuk mendapatkan wawasan terkait pencegahan dan menghadapi kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual. Ini untuk mengantisipasi agar kasus tersebut tidak terjadi di sekolah. Ketika ada kejadian, mereka bisa menangani dengan tepat.

Dikabarkan situs resmi unesa.ac.id, rombongan 131 siswa kelas 7, 8, dan 9 tersebut disambut jajaran direktorat dan subdirektorat terkait di Auditorium T14, FBS Kampus Lidah Wetan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Isu Strategis Kampus, Prof Dr Mutimmatul Faidah SAg MAg, yang turut menyambut, mengatakan kasus kekerasan seksual dan bullying harus menjadi perhatian bersama. Maka, kunjungan sekolah ke kampus ini sebagai upaya jemput bola agar tidak terjadi kasus yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Kepala SMP Insan Terpadu Paiton, Faisal Mas’udi SP MM, menyatakan pihaknya rela menempuh perjalanan 3-4 jam demi belajar tentang bullying di Unesa. “Ternyata, salah satu guru kami juga alumni Unesa.”

Dr Diana Rahmasari SPsi MPsi Psikolog, dari Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC), menjelaskan peran penting sekolah apalagi boarding school dalam memerangi kasus bullying dan kekerasan seksual.

Ia memaparkan beberapa strategi yang bisa dilakukan, antara lain pelaporan, pendampingan presisi dan berkelanjutan, hingga kebijakan yang memudahkan.

Dia membagikan tujuh langkah menghindari bullying, yakni;

1) tunjukkan prestasi,

2) jalin pertemanan dengan semua orang,

3) tumbuhkan rasa percaya diri,

4) tidak terpancing untuk melawan,

5) jadikan bullying sebagai penyemangat untuk sukses,

6) jangan menunjukkan sikap takut, dan

7) laporkan pada pihak berwenang.  (Muhammad Azhar Adi Mas’ud)

Facebook Comments

Comments are closed.