Underwater Drone untuk Penelitian Biota Laut

mepnews.id – Tiga mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (Unair) mengusung projek DRABALA: Underwater Drone Kendali Jarak Jauh dengan Aplikasi Berbasis Android Guna Membantu Penelitian Biota Bawah Laut.

Tim ini diketuai Sekar Marta Pharmaningtyas dan beranggotakan Sujatmiko dan Al A’raafat Jaya Putra. Mereka dibimbing dosen Deny Arifianto SSi MT.

Drabala dirancang menggunakan konsep hybrid aplikasi berbasis android dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Fungsinya, untuk memantau dan meneliti biodiversitas sumber daya laut.

Yang membedakan dengan drone lainnya, alat ini mampu menayangkan informasi visual keadaan bawah laut yang dapat dipantau secara realtime. Tayangan informasi itu melalui aplikasi android berbentuk telemetri yang meliputi, kecepatan drone, arah perjalanan drone, waktu drone menyelam, dan kedalaman drone saat menyelam.

Selanjutnya, alat ini mengambil sampel untuk penilaian kondisi terumbu karang dengan metode Underwater Photo Transect (UPT). Ini untuk mengetahui presentase karang hidup, karang mati, atau komponen abiotik lain di tempat penelitian.

“Pembuatan prototipe ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam penanganan masalah SDGs yang tercantum pada poin ke-14, yang dapat memantau keadaan ekosistem dan biota laut. Kita dapat mengkonservasi lautan, atau setidaknya 10 persen kawasan laut dan pesisir sesuai dengan hukum nasional dan internasional,” ujar Sekar.

Menciptakan teknologi canggih bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut dialami Sekar dan tim dalam mencapai fungsional saat proses pembuatan prototype. Hal tersebut dapat teratasi berkat konsultasi dengan dosen pembimbing.

“Kami sangat bersyukur, senang, dan bangga dengan prestasi yang telah diraih. Ini hasil kerja keras dan dedikasi kami berbulan-bulan,” tutur Sekar mewakili tim.(*)

Facebook Comments

Comments are closed.