Ahli Transportasi Publik ITS Rancang LRT Jabodebek

mepnews.id – Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) sebagai salah satu transportasi umum yang modern menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan di ibukota. Dr Agus Windharto DEA, dosen Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dipercaya menjadi desainer bagian eksterior dan interior kereta penumpang di LRT Jabodebek ini.

DR Agus Windharto

Agus menjelaskan, pengerjaan desain diawali dengan analisis stakeholder untuk mengetahui kebutuhan setiap pihak yang terlibat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui batasan yang perlu diaplikasikan ke dalam desain agar sesuai permintaan dari target yang disasar.

“Informasi ini nantinya berdampak besar terhadap keseluruhan desain ataupun fitur yang akan dibuat,” bebernya.

Menurut Agus, pembuatan desain interior juga mengutamakan sisi ergonomis dan kenyamanan penumpang tak terkecuali pengguna kursi roda. Beberapa pengaturan seperti lebar jalan maupun ruang untuk pergerakan kursi roda menjadi salah satu penentu tata letak ruangan di dalamnya.

“Antropometri penumpang menjadi salah satu pertimbangan yang menentukan tinggi ataupun posisi peletakkan akomodasi di kereta ini,” imbuhnya.

Aspek keselamatan juga menjadi salah satu pertimbangan utama pembuatan kereta penumpang ini. Hal tersebut menjadi penentu tata letak akomodasi serta aksesibilitas menuju pintu keluar.

“Bilamana terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, kereta didesain agar penumpang dapat keluar dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya,” tutur lulusan doktoral di Universite de Technologie De Compiegne (UTC), Prancis ini.

Perihal desain eksterior, pelbagai analisis dilakukan untuk mengetahui sifat dan kelayakan desain yang dibuat. Antara lain analisis aerodinamis, analisis geometri, analisis crash worthiness, hingga analisis kekuatan struktur kereta penumpang.

“Karena saling berhubungan, perbaikan desain dan pengulangan analisis terus dilakukan hingga mencapai titik ideal,” ucapnya.

Agus berharap, LRT Jabodebek ini dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang nyaman serta dapat membantu mengurai kemacetan.

Agus juga menyampaikan komitmennya terus mendukung hilirisasi teknologi. “Langkah ini menunjukkan pihak industri dan perguruan tinggi harus terhubung untuk memajukan pembangunan di Indonesia.”

Penelitian oleh Agus dan tim yang terdiri dari dosen dan alumni ITS serta PT INKA ini memperoleh pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Desain LRT yang dibuat sejak 2018 hingga 2020 ini juga telah mendapatkan penghargaan Good Design Indonesia tahun 2022 dari Kementerian Perdagangan RI. (Ricardo Hokky Wibisono)

 

Article Tags

Facebook Comments

Comments are closed.