Tim Mobil Hemat Energi ITS Wakili Asia Pasifik dan Timur Tengah di DWC 2023

mepnews.id – Dua tim mobil hemat energi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukir prestasi internasional. Tim Sapuangin ITS juara pertama on-track pada kategori Urban Concept Internal Combustion Engine. Tim Antasena ITS meraih juara ketiga on-track kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell. Dua prestasi ini diraih dalam ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia Pasifik dan Timur Tengah 2023 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, yang berakhir Minggu 9 Juli 2023.

Sejumlah penghargaan disabet Tim Sapuangin dan Antasena pada SEM 2023 ini. Tim Sapuangin menduduki posisi ketiga untuk mewakili Asia Pasifik dan Timur Tengah di ajang Drivers’ World Championship (DWC) 2023 di India. Pada perlombaan off-track kategori lomba Virtual Programme, Tim Sapuangin ITS menyabet juara pertama Data and Telemetry Award. Pada kategori lomba Eco-friendly, Tim Antasena ITS juara kedua Carbon Footprint Reduction Award.

Gelaran on-track terbagi menjadi dua kategori kendaraan, yaitu Prototype dan Urban Concept. Ada tiga nomor bahan bakar energi yaitu Internal Combustion, Battery-Electric, dan Hydrogen Fuel Cell. Kompetisi bergengsi yang diadakan Shell ini diikuti lebih dari 70 tim dari 13 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah seperti India, Korea, Singapura, Indonesia. Juga juara dunia China dan Thailand yang selalu unggul dalam segi fabrikasi dan manufakturnya.

Tim Sapuangin ITS dengan mobil Sapuangin XI Evo 3 yang berlaga di SEM 2023 berhasil menaklukkan tantangan yakni balapan tiga lap dengan total jarak 12,3 kilometer dan batas waktu 30 menit. Tim ini memiliki efisiensi bahan bakar 422,9 kilometer per liter. Selain kecepatan mobil, juga ketangguhannya. Efisiensi mobil ini berhasil menggunakan energi bahan bakar 30 mililiter untuk tiga putaran di sirkuit.

Bayu Irfansyah Putra, General Manager Tim Sapuangin ITS, menjelaskan mobil dengan panjang 2,6 meter, lebar 1,3 meter, dan tinggi 1,1 meter ini dirancang eco-friendly dan hemat energi. “Salah satu cabang lomba, yakni carbon footprint reduction, mendorong tim kami untuk menjalankan proses hingga produk ramah lingkungan,” ungkap mahasiswa Departemen Teknik Mesin ini.

Berdasarkan peringkat juara 1 dalam kategori efisiensi bahan bakar, tim bimbingan Dr Ir Wityanto MEngSc ini menunjukkan keunggulan dan berhasil memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pertandingan on-track selanjutnya guna maju ke ajang DWC 2023.  (Azmi)

Facebook Comments

Comments are closed.