mepnews.id – Usai sepi karena pandemi COVID-19, musim haji tahun ini benar-benar istimewa. Itu karena jumlah jamaah yang datang diperkirakan mencapai 2,5 juta orang dari Arab Saudi sendiri dari dari sedikitnya 130 negara lainnya. Tak heran jika tempat-tempat berkumpulnya jamaah haji dibanjiri ‘lautan’ manusia.
“Tahun ini, kita menyaksikan jumlah jemaah haji terbesar dalam sejarah,” demikian pernyataan resmi Kementerian Haji dan Umrah di Saudi.
Pada salah satu puncak ritual haji, jemaah melakukan wuquf di kawasan Bukit Arafah pada 27 Juni 2023 di bawah suhu mencapai 48 derajat Celcius. Sebelumnya, jamaah haji menginap di tenda-tenda untuk memulai ritual ibadah haji. Menjelang malam, bergema suara jamaah membacakan kalimat talbiyah.
“Betul-betul full,” begitu dilaporkan Indarti, salah satu jamaah asal Magetan. “Bus-bus masih berdatangan mengantar jamaah saat prosesi di Arafat sedang berjalan.”
Ia lalu menggambarkan, perjalanan bus dari Muzdalifah ke Mina itu cuma beberapa menit. Tapi, antriannya panjang karena jamaahnya juga banyak.

Suasana di dalam tenda. Jemaah bisanya duduk.
“Di tenda, saya tidak sempat bisa tidur karena banyaknya jamaah. Bisanya sekadar duduk. Fasilitas kamar mandi ada. Tapi, mandi juga sulit karena banyak antrian. Biasanya sekadar buang air. Itu pun harus cepat-cepat karena bertoleransi dengan yang antri,” kata guru sekolah Islam itu.
Untuk makan, ia juga mengandalkan bekal yang dibawa dari rumah.
Menghadapi kondisi itu, petugas haji dan sesama jamaah pun saling mengingatkan untuk bersabar. Ini ibadah besar yang melibatkan banyak orang. Repot yang cuma beberapa saat ini bakal berbuah pahala besar.


