mepnews.id – Prof. Siswantoyo Margo Taryono MKes, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga wakil ketua umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), menilai Indonesia Nairobi Expo 2023 (IndoNEX2023) peluang emas bagi Indonesia untuk mempromosikan warisan budaya hingga ke pelosok Afrika.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id, Siswantoyo memaparkan, “Pendekar di sini (di negara Kenya) luar biasa. Dengan bermodalkan Youtube, mereka dapat belajar secara mandiri meskipun masing-masing perguruan belum memiliki ikatan khusus satu dengan lain.”
Maka, dalam waktu dekat, UNY akan mengirimkan utusan pencak silat sebagai pelatih di Nairobi dalam rangka mengembangkan program kerja sama antara UNY, KBRI Nairobi, dan Pencak Silat di Kenya.
Pandangan itu diungkapkan Siswantoyo usai memimpin delegasi pencak silat Indonesia ikut menyemarakkan IndoNEX2023 di Trademark Hotel, Nairobi, ibukota Kenya pada 13 Mei 2023. Kedatangan tim disambut Duta Besar RI Dr Mohamad Hery Saripudin beserta jajarannya.
IndoNEX2023 merupakan pameran perdagangan, pendidikan, dan budaya Indonesia untuk ekpsor. Expo ini melibatkan 9 perusahaan Indonesia, perwakilan pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Universitas Islam Indonesia, UNY, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Padjadjaran. Pameran menampilkan berbagai produk ekspor antara lain industri makanan dan minuman, obat herbal, industri kemasan, dan bisnis logistik dari Indonesia.
Penampilan Pencak Silat dilaksanakan pukul 13.00 – 16.00 waktu setempat. Dubes Hery Saripudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran delegasi silat Indonesia. “Sebuah sejarah panjang pencak silat dapat hadir di tingkat internasional untuk dapat mewarisi budaya Indonesia.”
Workshop Pencak Silat yang dipimpin Prof Siswantoyo, diikuti sekitar 40 peminat dari Kenya dan negara tetangga Uganda. Melalui workshop ini, diharapkan seni bela diri Indonesia ini semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat setempat.
Atraksi pencak silat menjadi daya tarik tersendiri di IndoNEX2023. Atraksi ini melibatkan 20 pendekar dari berbagai padepokan dari Kenya (Nairobi dan Mombasa) serta dari Uganda.


