mepnews.id – Universitas Hasanuddin melalui Bidang Kemitraan, Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan menggelar pertemuan diskusi lanjutan pengelolaan rumput laut di Sulawesi Selatan. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat A, Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, 6 Aptil 2023. Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Unhas, yakni Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Kepala Pusat Inovasi Unggulan Rumput Laut Unhas, dan Dirjen Kemenkomarves yang juga merupakan Dosen Unhas.
Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, sebagaimana dipublikasikan di situs resmu unhas.ac.id, menyampaikan pertemuan mendisukusikan lebih lanjut pengembangan pengelolaan rumput laut di Sulawesi Selatan dengan melihat berbagai pertimbangan potensi daerah yang dapat dijadikan rujukan atau tempat budidaya. Dalam pengembangannya, pihak kampus berkolaborasi bersama pemerintah setempat guna mengoptimalkan hirilisasi melalui hasil penelitian dan inovasi. Rencana pengembangan pengelolaan rumput laut ini dapat diperkuat melalui program Kedaireka Matching Fund sebagai upaya menciptakan kolaborasi strategis antar universitas dan mitra kerja.
“Potensi rumput laut di Sulsel sangat tinggi. Ini adalah peluang besar untuk dapat diwujudkan bersama. Kita akan kembangkan pengeloaan dan produksinya melalui efektivitas budidaya dengan peningkatan kualitas rumput laut. Melalui Pusat Unggulan Ipteks Pengembangan dan Pemanfaatan Rumput Laut (PUI-P2RL) Unhas, kita siap menjadi Pusat Unggulan Rumput Laut di Indonesia,” Prof Adi.
Diskusi juga secara umum membahas studi kelayakan lokasi potensial bagi budidaya rumput laut dengan mempertimbangkan konsep tata ruang wilayah pesisir. Hal ini akan sejalan dengan pendampingan melalui program bina desa menggunakan pemilihan teknologi tepat guna, serta dengan perencanaan jangka panjang peningakatan nilai tambah rumput laut berbasis produk turunan dengan memperhatikan kualitas produk yang ramah lingkungan. Wilayah atau daerah potensial yang menjadi rujukan sementara adalah Pangkep, Sinjai, dan Bantaeng.
Kepala Badan Litbang dan Dinas Perikanan Sinjai, yang hadir mewakili Pemkab Sinjai, menyambut baik rencana kerja sama yang akan melibatkan beberapa kabupaten ini. Sinjai menjadi salah satu wilayah untuk hilirisasi dan industri rumput laut di Sulsel. (*)


