RS Unair Bermitra dengan Pusat Kanker di Singapura

mepnews.id – Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair), dalam upaya mengembangkan kualitas pelayanan terhadap penyakit kanker, mengikat kerjasama dengan  Icon Cancer Centre dari Singapura. Ini berfokus pada bidang pelayanan, pendidikan, dan penelitian.

Direktur RS Unair, Prof Dr dr Nasronudin SpPD KPTI FINASIM, pada Rabu 5 April 2023, menggambarkan perjanjian kerja sama dengan Icon Cancer Centre ini merupakan sejarah baru bagi RS Unair.

“Ini sesuai program pemerintah agar kerja sama terus dibangun. Misal, jika ada pasien yang berobat di Singapura, kontrol rutinnya bisa dilakukan di RS Unair,” ujarnya.

RS Unair merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan pusat kanker di Singapura tersebut. Upaya ini juga salah satu cara RS Unair untuk mewujudkan health tourism yang tengah digarap.

“Begitu banyak orang Indonesia ke Singapura untuk berobat. Harapannya kerja sama ini dapat menjadi awal kolaborasi antara Indonesia dan Singapura dalam penanganan kanker,” terang Prof Nasron.

RS Unair memiliki sistem layanan terpadu dalam penanganan kanker. Satu pasien kanker ditangani oleh multidisiplin ilmu yang berbeda.

“Untuk satu pasien, ada penanganan dari onkologi, penyakit dalam, bedah, hingga paliatif. RS Unair dan Singapura sama-sama mengembangkan layanan seperti ini,” jelasnya.

Penanganan kanker akan menjadi salah satu layanan unggulan dalam health tourism yang diusung RS Unair.

“Kanker ini kasusnya begitu banyak dan progresif fatal. Perlu ada teknologi yang dikembangkan bersama agar kemungkinan fatal bisa dikurangi dan kualitas hidup pasien bisa meningkat sehingga angka harapan hidupnya juga panjang,” ungkap Prof Nasron.

Di pihak lain, Serena Wee Hui Yan selalu CEO Icon SOC Pte Ltd, menerangkan alasan dipilihnya RS Unair sebagai mitra kerja sama. Menurutnya, kualitas RS Unair tidak perlu diragukan lagi.

“Ada banyak rumah sakit di Indonesia, namun bagi kami RS Unair merupakan mitra terbaik dalam melakukan kerja sama.”

Serena optimis kerja sama yang dilakukan ini bisa berjalan baik. “Kesempatan ini dapat membuat dokter kami bisa menjalin hubungan baik dengan dokter di RS Unair untuk berdiskusi dalam memecahkan kasus sehingga bisa meningkatkan kompetensi,” ucapnya.

Kanker menjadi masalah penyakit tidak menular (PTM) yang angka kejadiannya masih tinggi di Indonesia.

Dr Pradana Zaky Romadhon SpPD KHOM FINASIM, manajer Sumber Daya Manusia RS Unair, mengatakan pihaknya dalam satu hari menerima 10 hingga 20 pasien kanker baru. “Kalau ditambah dengan pasien lama, dalam sehari kami bisa menerima 45 pasien. Angka ini terus meningkat.”

Ia menjelaskan, kondisi pasien berbagai macam mulai dari stadium awal hingga akhir. Kanker payudara masih mendominasi kasus. Selain itu ada kasus kanker serviks, kanker paru, kanker getah bening, kanker tenggorokan, dan lainnya. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.