Begini Manfaat Berpuasa bagi Gula Darah

mepnews.id – Berpuasa memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Tapi, apa benar berpuasa mampu membantu tubuh menjaga stabilitas kadar gula darah sehingga terhindar dari penyakit diabetes? Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr Hermina Novida SpPD K-EMD FINASIM, memberitakan penjelasan.

Dr Hermina Novida SpPD K-EMD FINASIM

Dari aspek fisik, puasa menyimpan segudang manfaat. Salah satunya menjaga stabilitas kadar gula darah dalam tubuh. Saat berpuasa, tubuh dengan sendirinya mengatasi resistensi insulin, yaitu kondisi menurunnya kemampuan insulin merangsang penggunaan glukosa dalam tubuh.

Ada mekanisme khusus dalam tubuh yang membuat puasa mampu membantu meningkatkan stabilitas gula darah. Saat tubuh berpuasa, asupan kalori ke dalam tubuh berkurang. Dengan demikian, kadar gula darah dalam tubuh turut mengalami penurunan.

“Ketika asupan kalori berkurang, tubuh membakar simpanan dalam bentuk lemak di hati sehingga menurunkan berat badan. Berat badan merupakan salah satu faktor yang berperan pada tingginya kadar gula darah,” paparnya.

Berpuasa juga meningkatkan kadar enzim Adenosine Monophosphate-Activated Protein Kinase (AMPK) dalam tubuh. Enzim ini regulator pusat keseimbangan homeostasis metabolik yang berperan dalam mengatur glukosa dan lipid dalam tubuh.

“Peningkatkan kadar enzim AMPK akan memperbaiki sensitivitas atau kerja insulin,” ujarnya.

Meski demikian, asupan nutrisi dalam tubuh harus tetap diperhatikan saat berpuasa. Jam makan serta jenis makanan juga harus tepat sehingga stabilitas gula darah dalam tubuh terjaga.

Dalam hal ini, dr Hermina menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan porsi berlebihan, khususnya saat berbuka. Porsi makan berlebih dapat menjadi faktor yang memengaruhi tingginya kadar gula darah dalam tubuh.

Lebih lanjut, dr Hermina mengimbau untuk tidak melewatkan sahur sehingga tubuh memiliki cadangan energi saat berpuasa. Pilih makanan yang banyak mengandung serat dan memiliki indeks glikemik rendah seperti kacang-kacangan, buah kering, sereal kaya serat, pasta, dan roti.

“Jangan melewatkan makan sahur agar cadangan energi mencukupi dan tidak terjadi kadar gula darah menurun drastis. Harus tetap stabil dan terjaga,” tuturnya.

Bagi penderita diabetes, dr Hermina memberikan saran khusus. Penderita diabetes hendaknya melakukan konsultasi terlebih dahulu. Pasalnya, pengobatan bagi penderita diabetes yang berpuasa perlu mengalami penyesuaian agar tidak timbul komplikasi seperti hipoglikemia dan hiperglikemia yang dapat berdampak buruk.

“Konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa, termasuk untuk pengaturan obat-obatan dan insulin,” kata ia menasuhati. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.