Tips Peluang Usaha Bulan Puasa

mepnews.id – Banyak mahasiswa yang kuliah sambil merintis bisnis. Sebagian mereka kuliahnya sukses dan bisnisnya maju pesat. Bulan puasa bisa dijadikan momentum mengawali usaha. Sebagaimana dimuat situs resmi unesa.ac.id, Septina Alrianingrum SS MPd, tim Sub-Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya, berbagi kiat untuk merintis bisnis.

Septina Alrianingrum

  • Baca Peluang

Bisnis itu tidak bisa sekadar buka. Paling dasar yang harus dilakukan adalah melihat potensi dan peluang. Cara sederhana untuk membaca peluang adalah mengidentifikasi apa yang dibutuhkan di lingkungan sekitar. Jika lingkungan sekitar banyak kos-kosan mahasiswa atau pekerja, mereka biasanya sering beli makan di luar, kadang masak sendiri. Maka, usaha jualan makanan plus minuman tentu perpeluang di situ.

  • Tentukan Jenis Usaha

Setelah baca peluang, selanjutnya menentukan jenis usaha apa. Jika misalnya produk minuman, perlu ditentukan lagi jenisnya apa, variannya apa, sehingga bisa punya value berbeda dengan produk kompetitor. Semakin spesifik, semakin jelas tujuan usaha yang akan dicapai.

Jenis usaha perlu disesuaikan dengan modal yang dimiliki. Jika modal minim, bisa jualan barang yang dibutuhkan saat Ramadhan. Buat mahasiswa, bisa jualan makanan atau minuman. Khusus untuk berbuka, umumnya orang suka yang segar dan manis. Maka, beri gula terpisah pada minuman agar kemanisannya bisa diatur sendiri oleh pembeli. Kalau makanan, identifikasi dulu jenis yang disukai orang untuk berbuka dan sahur.

“Apa pun pilihannya, yang terpenting adalah value atau kualitas yang kita tawarkan kepada customer. Meski banyak yang jualan produk serupa, tetapi yang punya value bakal lebih dilihat dan dicari,” ucapnya.

  • Berani Memulai

Selanjutnya, tahap eksekusi atau memulai usaha. Awal-awalnya, ada perasaan ragu. Laku gak ya? Perasaan seperti itu wajar. Tapi, jangan sampai keraguan meruntuhkan keberanian memulai usaha. Mulai saja dulu. Perkara nanti kurangnya di mana, bisa diperbaiki di perjalanan.

  • Tampil Beda

Bisnis tentu perlu kreativitas untuk menarik minat dan mempertahankan pelanggan. Misal bisnis makanan, inovasinya bisa berupa varian, jenis, topping, tampilan, packaging, atau bahkan promosinya. Berani tampil beda bukan berarti asal beda dari yang lain. Dalam perbedaan itu harus ada value atau nilai tambah bagi customer.

  • Branding Produk

Pikirkan juga bagaimana cara branding produk usaha. Branding ini perlu dipersiapkan dan dilakukan lewat berbagai strategi. Banyak caranya. Di zaman serba digital, tentu mudah promo di berbagai platform media. Sebagus apapun produk, kalau tidak di-branding dengan baik, tidak bisa dikenal customer.

Kalau mau lebih serius menekuni usaha, silakan terus meningkatkan kemampuan di berbagai aspek penentu keberhasilan. Bisa dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan atau pelatihan lainnya yang banyak tersedia offline maupun online. (Riska Umami)

Facebook Comments

Comments are closed.