Mengapa Musik Bisa Membangkitkan Kenangan?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Nongki-nongki bareng teman-teman di café tiba-tiba memicu obrolan menarik pas live music di panggung melantunkan lagu tertentu.

“Mel, lagunya mellow banget ya. Aku koq jadi inget ayangmu dulu nyanyinya pakai gitar,” kata Ocha, teman saya.

“Eh, koq malah kamu yang inget? Aku sudah bertahun-tahun berusaha melupakannya,” sergah Amel. “Jangan-jangan….”

………

Pembaca yang budiman, saya tidak mau turut campur urusan mereka tentang ngapain si ayang kala itu. Saya cuma ingin menjelaskan tentang bagaimana musik dan lagu bisa membangkitkan kenangan masa lalu. Kenangan indah atau sedih, ya mohon diterima saja.

Yang saya maksud dengan musik atau lagu di sini adalah bunyi-bunyian dari benda atau dari manusia yang berirama, bernada, berintonasi, dan beritme tertentu. Bukan sekadar oleh band dan vokalis, tapi juga suara ‘nina bobok’ yang menidurkan bayi, tilawah/qiroah, koor, dan lain-lain.

Begitu bait awal himne sekolah atau kampus diperdengarkan, ingatan Anda terbawa ke masa saat guru menyuruh Anda berdiri di lapangan upacara atau ke masa Anda mengenakan toga untuk diwisuda. Mendengar bambu dipukul-pukul, Anda berfikir kenapa sekarang tak ada patrol kampung lagi? Atau, mendengar langgam Jawa jadul, Anda tiba-tiba kangen Nenek yang dulu biasa menemani tidur.

Secara teori, memori jangka panjang kita dapat dibagi menjadi dua yaitu memori implisit dan memori eksplisit.

Memori eksplisit adalah ingatan masa lalu yang disengaja dan sadar. Memori eksplisit melibatkan hal-hal seperti pembelajaran buku teks atau memori pengalaman, hal-hal yang harus dibawa secara sengaja ke dalam alam kesadaran. Memori implisit adalah ingatan bawah sadar dan otomatis. Misalnya, memainkan alat musik, mengingat kata-kata dari lagu ketika seseorang menyanyikan beberapa kata pertama.

Memori eksplisit cepat memudar jika tidak dilatih atau diulang. Memori implisit lebih tahan lama dan bahkan bisa tersimpan seumur hidup. Nah, musik atau lagu mudah masuk ke memori implisit ini. Maka, saat mendengar sekilas lagu atau musik, memori Anda kembali ke masa lalu, dengan siapa Anda dulu, hingga perasaan yang terkait dengan ingatan itu.

Pengalaman semacam ini biasa disebut memori otobiografi yang ditimbulkan oleh musik. Itu adalah pengalaman yang umum. Sering terjadi sebagai ingatan yang tidak disengaja. Artinya, Anda tidak perlu berusaha keras mencoba mengingat, eh ternyata ingatan itu muncul begitu saja secara spontan.

Mengapa musik tampaknya menjadi isyarat yang bagus untuk memunculkan memori? Pertama, musik pada umumnya mengiringi banyak acara dalam kehidupan yang khas, seperti wisuda, pernikahan, pemakaman, dating, perjalanan, dan lain-lain. Maka, musik dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan kembali kita dengan momen-momen menentukan itu.

Musik juga sering menarik perhatian karena pengaruhnya terhadap pikiran, tubuh, dan perasaan kita. Karena menarik perhatian, maka musik tertentu akan dikodekan dalam memori bersama detail peristiwa kehidupan. Ini membuat musik berfungsi sebagai isyarat yang efektif untuk mengingat peristiwa yang beda bertahun-tahun.

Jadi, mari kita bangun memori yang baik dengan musik/lagu yang baik pula. Biar hidup kita jadi lebih enak untuk dikenang.

Facebook Comments

Comments are closed.