Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – Suatu hari, saya mendapat pesan teks dari WA pengusaha penerbitan. “Mohon maaf, pengerjaan bukunya agak terhambat. Layoutmen saya tiba-tiba mengundurkan diri dan kami belum menyiapkan pengganti. Buku Bu Esti masih setengah jadi.”
Kebetulan, saya tidak terlalu terburu agar bukunya terbit. Jadi, saya iyakan saja pemberitahuannya. Saya juga tidak ingin turut campur urusan manajemen perusahaan lain jika tidak diminta.
Tapi, di sini saya ingin berbagi tentang alasan mengapa karyawan resign di tengah jalan.
Pembaca yang budiman, PHK sangat dihindari banyak karyawan karena bisa mengganggu mata pencaharian dan kehidupannya. Tapi, ada sejumlah karyawan yang tidak takut di-PHK dan bahkan ingin mengundurkan diri. Karyawan macam ini biasanya cukup diandalkan di perusahaan.
Saya mencoba menjelaskan beberapa alasan ilmiah yang menjadi dasar karyawan andalan mengundurkan diri dari perusahaan. Uang atau gaji hanya salah satu dari sekian banyak alasan.
- Karena boss
Studi yang dilakukan Udemy pada 2018 menunjukkan, alasan utama karyawan resign adalah hubungan dengan boss. Hampir setengah dari karyawan yang disurvei berhenti karena boss yang buruk, dan hampir dua pertiga merasa manajer mereka tidak memiliki skill yang tepat. Karyawan merasa tidak cocok dengan bossnya.
Gallup – Workplace Consulting & Global Research, berdasarkan data puluhan tahun dan wawancara jutaan karyawan, menyebut 70 persen kekompakan dan kehancuran dalam tim kerja ditentukan oleh manajernya. Karyawan lebih suka disebut cabut dari bossnya daripada dari perusahaannya.
- Karena karir
Karyawan merasa karirnya sudah mentok di perusahaan tertentu, dan satu-satunya cara untuk menumbuhkan karir adalah bekerja di tempat lain atau membuka sendiri lapangan kerja baru. Hasil penelitian terhadap lebih dari 18.000 pekerja garis depan di 150 perusahaan menunjukkan kurangnya potensi pertumbuhan karir adalah alasan utama mengundurkan diri.
Untuk pekerja wanita di bidang teknologi secara global, keluhan karir dan gender juga ada. Penelitian dari lembaga Ensono menunjukkan kaum perempuan mengundurkan diri karena merasa karirnya terhalang saat mengalami ketidakadilan dan ketidaknyamanan di tempat kerja jarak jauh (onine) maupun di kantor (offline).
- Karena uang
Tentu, ini juga alasan kuat untuk mengundurkan diri. Pada era pandemi, saat menemukan ladang baru untuk mendapatkan uang, beberapa karyawan berbakat mengundurkan diri dari tempat kerja yang gajinya tidak cukup memuaskan.
Ada fenomena global The Great Resignation. Pengunduran diri besar-besaran pada era pandemi memaksa para boss dan investor untuk lebih memahami kebutuhan karyawan dan menciptakan solusi yang mengutamakan orang. Maka, top of mind bagi banyak perusahaan saat ini adalah komitmen merevisi struktur kompensasi.
Tentu masih ada berbagai alasan lagi bagi karyawan untuk mengundurkan diri. Akan sangat panjang jika dirinci di sini. Selain itu, apa yang terjadi di luar sana bisa berlaku atau tidak berlaku sepenuhnya di Indonesia.


