mepnews.id – Peningkatan jumlah ruang publik di perkotaan berdampak pada peningkatan penggunaan energi, biaya operasional, hingga emisi karbon. Hal ini dapat terjadi akibat desain ruang publik yang tidak ramah lingkungan sehingga banyak energi terbuang. antara lain penggunaan listrik dan air.
Menjawab masalah itu, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas desain ruang publik futuristik dan ramah lingkungan.Tim yang diketuai Ailsashofa Alfadhila menggagas desain ruang publik yang yang dapat menghasilkan energi bersih secara mandiri.
Desain tersebut menerapkan teknologi tepat guna Piezoelectric Energy dan Payung Pintar. “Piezoelectric Energy dipasang di lantai, sedangkan Payung Pintar dibangun di atasnya,” jelas Ailsa.
Mahasiswa angkatan 2019 itu menuturkan, Piezoelectric Energy memiliki prinsip tekanan energi kinetik berupa pijakan manusia saat berjalan maupun berlari. Tekanan yang diberikan pada lantai lantas diubah menjadi listrik. Desain Payung Pintar juga dirancang dengan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.
Mahasiswa kelahiran 2001 ini menyebutkan, semua listrik yang dihasilkan digunakan untuk operasional ruang publik. Antara lain untuk penerangan ruang terbuka, stasiun pengisian baterai gawai, hingga papan penunjuk jalan.
Desain payung yang cekung berfungsi sebagai tadah hujan untuk menyiram tanaman. Jenis ditanam pun tanaman yang dapat menyerap emisi karbon. “Tanaman lidah mertua dapat menyerap 46,7 persen gas polutan dan bunga lili sebanyak 25 persen gas karbondioksida,” paparnya.
Dengan berbagai penerapan teknologi, desain unik dan futuristik tersebut berpotensi menarik perhatian masyarakat perkotaan untuk berkumpul dalam ruang publik. Interaksi tersebut berpotensi menghidupkan nilai keberlanjutan sosial budaya yang semakin terkikis di kawasan perkotaan. Masyarakat juga dapat berperan langsung dalam menghasilkan energi bersih.
Melalui inovasi ini, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Video Gagasan Konstruktif (VGK) ITS ini berhasil meraih medali perunggu dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2022.

Ailsashofa Alfadhila, Retno Dewi Handayani, Fauziyah Nurul Afa, Azkia Laila Azra, dan Izaaz Abdul Harits.
Selain Ailsa, tim ini digawangi Retno Dewi Handayani, Fauziyah Nurul Afa, Azkia Laila Azra, dan Izaaz Abdul Harits.
Ailsa berharap inovasi timnya dapat membentuk kota masa depan, di mana masyarakat dapat berperan aktif mewujudkan keberlanjutan lingkungan. “Bukan hanya sebagai konsumen, namun juga sebagai produsen energi bersih.” (Nurul Lathifah)


