Puluhan Rumah di Siman Ponorogo Terendam Banjir, Jalur Tumpak Pelem – Pangkal Tutup 10 Hari Kedepan

MEPNEWS.ID, PONOROGO – Hujan yang terjadi di wilayah Ponorogo, belakangan ini menyebabkan banjir di Siman dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Sawoo, Rabu (7/12/2022) malam hingga Kamis (8/12/2022).

Banjir di wilayah Kecamatan Siman menggenangi puluhan rumah di Jl Sunan Ampel RT 03 RW 02, Desa Kepuh Rubuh, Kecamatan Siman.

Menurut informasi yang diperoleh Tina warga di Kepuh Rubuh menjelaskan ketinggian air saat banjir mencapai dengkul orang dewasa.

Akibat banjir yang terjadi itu, barang-barang milik warga yang ada di dalam rumah juga terendam air, sebagian mengalami kerusakan.

Warga tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka karena datang dengan cepat dan terjadi pada malam hari.

Seorang warga mengisahkan salah satunya dagangan berupa bawang putih dan merah yang hancur terendam air.

Setidaknya ada sekitar tiga kwintal bawang merah dan bawang putih yang terendam air, hingga kerugiannya bisa ratusan ribu.

Belum benda-benda elektronik dan peralatan rumah tangga tak luput ikut terendam banjir.

Kondisi banjir di Desa Kepuh Rubuh, Siman yang menggenangi rumah warga, Kamis (8/12/2022) dini hari. foto: gemasuryafm

Menurut warga seperti dilansir gemasuryafm.com, saat itu hujan deras mengguyur wilayahnya sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Sementara air banjir masuk ke dalam rumah sekitar jam satu dini hari , saat warga sedang tertidur pulas di dalam rumah mereka.

“Pertama kali yang mengetahui ada banjir dari adiknya yang tidur di depan rumah, karena merasakan bajunya basah,” ujar seorang warga mengisahkan.

Namun ketika bangun tidur tiba-tiba air sudah menggenangi rumah mereka.

Karenanya malam itu juga , semua orang terbangun dari tidur untuk menyelamatkan barang barang berharga.

Kemudian pada pagi harinya ketika banjir sudah menyusut, warga bergotongroyong melakukan kerja bakti bersama.

Menurut warga banjir yang terjadi akibat luapan air sungai yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

“Sungai tidak mampu menampung derasnya air hujan, hingga air sungai itu meluap kemana-mana,” ujar warga.

Tumpak Pelem longsor
Sementara itu terjadi tanah longsor di wilayah Kecamatan Sawoo, tepatnya di ruas jalan menghunungkan Desa Tumpak Pelem dengan Pangkal, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

Petugas harus bekerja keras untuk menyingkirkan batu besar, sebesar rumah dan material tanah yang menutup jalur penghubung kedua desa itu.

Untuk mengatasi longsor Pemkab Ponorogo menurunkan alat berat ke titik longsor tepatnya Dusun Jabak, desa setempat.

Longsoran berupa batu besar itu, sejak 5 hari lalu ,terus diupayakan agar material longsor segera bisa di evakuasi.

Kepala Desa Tumpak pelem, Atik Sumiati, mengatakan untuk evakuasi longsoran dan material masih menunggu sekitar 10 hari lagi untuk bisa normal.

Kondisi tanah longsor yang menutup jalan di Desa Tupak Pelem-Pangkal Sawoo, Ponorogo, Kamis (8/12/2022). foto: gemasuryafm

“Operator alat berat, butuh waktu 10 hari lagi karena memang tumpukan material longsor sangat tinggi dan terhalang sebuah batu besar,” ujarnya.

Sementara hingga kini jalur tersebut tutup total sehingga warganya yang ingin ke desa Pangkal harus memutar melewati jalan raya Sawoo – Sriti yang tentu jaraknya lebih jauh .

Menurut Atik tanah longsoran itu sudah terjadi 22 Nopember 2022 lalu, akibat hujan yang terjadi sehari penuh.

Sementara satu alat berat yang turunkan ke lokasi mengalami rusak sehingga pembersihan berhenti.

“Kemudian pada 5 Desember 2022 kemarin , dikirim 1 unit lagi dan hingga kini masih bekerja dibantu warga setempat,” ujar Atik.

Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Ponorogo, Surono mengakui sulitnya menyingkirkan longsoran tanah dan batu di ruas jalan itu.

Pasalnya batu yang ada itu besarnya se ukuran rumah sehingga butuh waktu lama untuk bisa mengevakuasi.

Alat berat yang diturunkan bahkan sempat rusak karena tak mampu mendorong batu besar itu.

Surono mengatkan, pihaknya butuh peralatan pendukung lainnya seperti alat pemecah batu.

Selain itu, kegiatan menyingkirkan batu raksasa itu, harus hati hati lantaran dibawah titik longsor ada 3 rumah warga. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.