Serunya Seminar Literasi di IPH School Surabaya

mepnews.id – Seiring bulan Bahasa Oktober 2022, IPH School di Surabaya menggelar seminar literasi pada 25 dan 26 Oktober. Seminar di sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge ini untuk mengenalkan serta mempraktikkan menulis dalam Bahasa Indonesia. Praktisi literasi Teguh W. Utomo jadi narasumber utama.

“Dengan menulis, anak-anak belajar menuangkan perasaan. Tidak hanya menyimpan ide-ide di kepala, tapi juga diungkapkan dalam tulisan,” begitu penjelasan Esatrina Dwita, Kepala IPH East Primary School.

Menurutnya, menulis itu salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas. Yang tak kalah penting, menulis juga tentang kepedulian. “Peduli sekitar. Peduli pada apa yang dilihat, didengar, dan yang dirasakan.”

Maka, Teguh W. Utomo memberikan materi yang langsung memancing peserta mengamati lingkungan sekitar. “Tulis apa yang kalian lihat, kalian dengar, kalian alami dan fikirkan saat dalam perjalanan dari rumah ke sekolah,” begitu perintah penggagas gerakan ‘1000 Anak Indonesia Menulis’ itu.

Tak pelak, 74 siswa kelas 6 dalam seminar 25 Oktober dan 90 siswa kelas kelas 4-5 dalam seminar 26 Oktober segera menuliskan apa saja yang mereka amati. Dengan penuh semangat merdeka belajar, peserta mengambil posisi paling nyaman untuk menuliskan pena atau pensil di atas kertas. Ada yang bertumpu pada writing pad, ada yang memanfaatkan kursi sebagai alas tulis.

Sejumlah peserta tak segan bertanya ke narasumber. Tidak sabar menunggu giliran lewat unjuk tangan, beberapa peserta bahkan mendatangi narasumber untuk bertanya langsung.

“Mister, saya tidak punya ide untuk menulis lebih banyak lagi. Bagaimana?” tanya seorang siswi.

“Coba baca paragraf di atas. Cari kata atau fakta yang kau masih ingin ceritakan. Tuliskan itu di paragraf berikut,” jawab Teguh W. Utomo, yang disambut penanya dengan anggukan dan pandangan mata bersemangat.

Menanggapi antusiasme para siswa, Esatrina Dwita selaku kepala sekolah menilai, “Yang penting anak-anak berani mencoba, siap salah, siap dikoreksi. Ini langkah awal bahwa mereka bisa menulis. Ternyata memang mereka bisa menulis dalam Bahasa Indonesia.”

Setelah seminar sekaligus workshop singkat ini, rencananya para siswa menulis karya yang akan dibukukan dalam bentuk antologi. (tom)

 

Facebook Comments

Comments are closed.