SMP Tunas Agro Seruyan Peringati Hari Batik

mepnews.id – Memperingati Hari Batik Nasional, SMP Tunas Agro di Seruyan, Kalimantan Tengah, merayakannya dengan menggelar even tari-tarian, fashion show, drama dan membatik dengan teknik ecoprint.

Acara yang digerakkan oleh OSIS SMP Tunas Agro itu berlangsung 30 September 2022. Pembukaan dilakukan Kepala SMP Tunas Agro Muhamad Iman Firmansyah SPd. Selanjutnya, para murid menunjukkan aksinya.

Ada yang menampilkan silat Lawang Sekepeng. Ini atraksi dari suku Dayak, utamanya Dayak Ngaju. Lawang artinya pintu atau gapura, sakepeng berarti satu keping. Lawang sakepeng biasanya dibuat dari kayu dengan lebar kurang lebih 1,5 meter dan tinggi 2,3 meter. Bagian atasnya diukir dengan tanaman rambat dan hiasan burung enggang. Sampingnya dihiasi janur atau daun kelapa muda serta telawang.

Silat Lawang Sakepeng ini dulu sering diperagakan pada upacara adat untuk menyambut tamu maupun acara pernikahan. Saat ini, Lawang Sakepeng lebih banyak ditampilkan pada acara adat pernikahan.

Selain silat Lawang Sekepeng, panitia Hari Batik Nasional SMP Tunas Agro menampilkan tarian oleh para siswa. Saat fashion show, murid-murid bebas berkreasi memanfaatkan batik sebagai pemanis busana. Ada yang berlenggak-lenggok dengan baju kaos yang dililit batik.

Dalam Fashion show bertema ‘Nusantara bangga punya batik’, 22 model membawakan kreasi kain batik menjadi busana yang istimewa dengan berbagai gaya. Tidak kalah seru, para guru dan siswa mamakai pakaian batik dengan sangat keren. Ini menunjukkan batik sangat istimewa. Remaja pun sangat keren menggunakan outfit batik.

Tarian ditampilkan oleh siswa dari eskul seni. Gerakannya menggambil dari proses pembuatan batik yang dikemas apik dalam balutan kain batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Drama menceritakan kesedihan seorang anak karena kain batik yang dimiliki diambil paksa oleh seorang bule. Kesedihan ini juga dirsasakan teman-temannya. Secara keseluruhan drama ini menggambarkan betapa cintanya mereka terhadap batik yang merupakan ikon bangsa.

Tak kalah menarik, para murid mempraktikkan ecoprinting. Mereka membuat batik cetak dengan pewarnaan kain alami. Mereka melakukan kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian lain tanamah yang mengandung pigmen warna, dengan media kain tertentu. Meski sederhana namun dapat menghasilkan motif unik dan otentik.

Hari Batik Nasional untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Batik sudah ada sejak zaman kerajaan dan terus berkembang hingga sekarang. Batik Indonesia dikenal karena teknik, desain, dan warna yang bervariasi sesuai daerah dan budaya masing-masing tempat. (Nopiar)

Facebook Comments

Comments are closed.