Benarkah Pernikahan Dini Tingkatkan Potensi Kanker Serviks?

mepnews.id – Pernikahan di bawah umur masih lazim terjadi di masyarakat antara lain karena faktor sosial, ekonomi, bahkan budaya. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mencatat 34.000 permohonan dispensasi kawin pada Januari-Juni 2020, dan 97 persen dikabulkan. Yang menrik, 60 persen yang mengajukan ialah berusia di bawah 18 tahun. Padahal, Undang-undang No.16 tahun 2019 sudah mengatur batas usia perkawinan yaitu minimal 19 tahun.

Dr dr Ernawati SpOG (K)

Dr dr Ernawati SpOG (K), Ketua Program Studi Spesialis 1 Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, mengatakan jika pernikahan dini dilakukan maka tidak menutup kemungkinan segera terjadinya kehamilan. Apa lagi jika pihak perempuan telah mengalami menstruasi pertama penanda fungsi reproduksinya sudah berkembang.

“Secara reproduksi, bisa saja pada usia empat belas tahun fungsi reproduksinya sudah berkembang dan sudah mendapatkan haid pertama,” katanya. “Ketika kehamilan terjadi pada remaja, maka yang perlu dipikirkan adalah kesehatannya saat hamil.”

Menurutnya, kehamilan yang terjadi pada remaja berisiko tinggi. “Ada risiko mengalami komplikasi saat usia kehamilan meningkat. Bisa terjadi komplikasi seperti preeklamsia, dan hambatan pertumbuhan pada bayi yang risikonya tinggi.”

Preeklamsia merupakan masalah saat ibu mengalami tekanan darah tinggi saat masa kehamilan.

“Dari sisi reproduksi yang lain, jika ia melakukan fungsi seksual dini saat organnya belum matang benar. Jika serviksnya terpapar terlalu dini maka risiko terjadi kanker serviks juga meningkat,” tambahnya.

Serviks dapat disebut juga dengan leher rahim. Sedangkan kanker serviks terjadi ketika terdapat sel-sel di leher rahim berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.

Penyataan itu juga diperkuat oleh dr Birama Robby SpOG pengajar di Program Studi Spesialis 1 Obstetri dan Ginekologi FK Unair yang juga praktisi di bidang itu. “Salah satu faktor risiko kanker serviks dalam pernikahan dini adalah hubungan seks yang dilakukan terlalu awal.”

Hal ini terjadi karena sel-sel yang melapisi permukaan serviks belum matang. “Kalau sel-sel pelapis serviks semacam itu terkena paparan terlalu dini maka risiko terjadinya perubahan sel akan meningkat. Risiko kanker serviks ke depannya juga lebih tinggi,” ujar Ernawati. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.