Platform untuk Berobat Sambil Berwisata

mepnews.id – Dr Niko Azhari Hidayat Sp BTKV(K), dari Universitas airlangga, membuat inovasi di bidang kesehatan. Dosen Program Studi Teknik Industri itu ciptakan “Medical Tourism Indonesia”. Ini merupakan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit disertai kegiatan wisata.

Dikutip dari laman medicaltourism.id, platform ini menawarkan pelayanan komprehensif seperti end to end service yang melakukan layanan dari penjemputan wisatawan medis, ketersediaan akomodasi, pengantaran ke fasilitas medis, serta trip wisata pemulihan, hingga pengantaran kembali ketempat asal.

“Medical tourism Indonesia adalah Travelokanya rumah sakit,” jelas dr Nico.

Inovasi ini diklaim mampu mendatangkan medical turis dari mancanegara serta meredam hasrat masyarakat Indonesia yang lebih memilih pengobatan di luar negeri. Menurut International Medical Travel Journal (IMTJ), tiga juta orang Indonesia berobat keluar negeri dan menelan biaya lebih dari 100 Triliun rupiah setiap tahunnya.

“Ini salah satu langkah mendukung ekonomi negara melalui medical and tourism, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,” imbuh dr Nico.

Platform yang diluncurkan 2021 itu semula hanya berbentuk media sosial penyedia informasi seputar layanan medis. Namun, untuk memberikan dampak lebih luas serta menyediakan fitur unggulan seperti halnya transparansi harga dalam pengobatan, dr Nico beserta tim mengembangan Medical Tourism Indonesia dalam bentuk aplikasi. Dr Nico menyebut aplikasi ini sudah dapat digunakan masyarakat luas.

“Kami sudah siapkan payment, alur tata cara penggunaanya. Yang terakhir ini mungkin sedang disempurnakan,” ucap dr Nico.

Ia menyebut inovasi Medical Tourism Indonesia merupakan bentuk scaleup dari inovasinya terdahulu. Sebelumnya, ia meluncurkan vascularindonesia.com, sebuah platform digital yang mempermudah pengobatan pasien dengan masalah pada pembuluh darah.

Scaling up-nya bukan dalam ranah keuangan tetapi diaplikasikan dalam bentuk program lagi. Program yang saya kembangkan dengan nama vascular Indonesia health travel itu pada tahun 2020, akhirnya bertransformasi menjadi wisata medis. Wisata medis ini menjadi platform yang kedua saya,” jelas dr Nico.

Lanjut dr Nico, segala wujud platform yang dikembangkan merupakan bentuk pengabdian dirinya kepada masyarakat. Hal tersebut ia lakukan untuk memberikan kemudahan serta  dampak positif yang dapat dirasakan  masyarakat luas.

“Bukan bisnis murni, karena saya dokter. Saya bukan tipe orang yang harus untung bermilyar milyar. Saya mendeklarasikan diri saya pada social impact,” tegas dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular itu. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.