Di SMAN Pulau Ende, Kultum untuk Latihan Public Speaking

Oleh: Nurul Yani

Siswa SMAN Pulau Ende

MEPNews.id – Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk memwujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik sehingga bisa mengembangkan pontensi anak yang memiliki spritual keagamaan dan memiliki akhlak mulia.

Untuk mencerdaskan bangsa, bukan hanya semata-mata mencerdaskan sisi inteklektual. Namun, yang paling penting adalah mencerdaskan bangsa dari sisi akhlak atau spritual dengan menekankan nilai-nilai keagamaan.

SMAN Pulau Ende berada di kawasan terpencil pulau seberang laut dari Kabupaten Ende (di Pulau Flores), Nusa Tenggara Timur. Meski sekolah negeri, secara spesifik SMAN Pulau Ende menekankan kepada kecerdasan spritual. Wujudnya, salah satu kegiatan wajib adalah menjalankan salat duhur berjamaah.

Seteleh istirahat kedua, siswa SMAN Pulau Ende diarahkan berwudu untuk bersiap-siap salat duhur berjamah. Yang ditugaskan azan 30 menit sebelum waktu salat dipersilahkan duluan mengambil air wudu.

Kegiatan ini secara khusus ditangani Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan. Sirkulasinya ditentukan berdasarkan jadwal yang dibuat sekolah. Ini agar bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menerapkan hal serupa.

Salat duhur berjamaah ini sangat baik, apalagi untuk kalangan remaja di sekolah. Kegiatan semacam ini bisa mendukung penerapan Program Pendidikan Karakter yang sangat dianjurkan di Kemdikbud.

Nah, manfaat salat duhur bersama di masjid sekolah, selain mendapat pahala banyak, kita juga dapat dekat dengan guru. Duduk berjejer bersama tanpa sekat pembatas (kecuali yang lawan jenis).

Setelah salat, siswa yang sudah ditugaskan kultum (kuliah tujuh menit) maju untuk membeberkan pemahamannya tentang ajaran agama pada teman-teman dan guru. Meski sedikit, tidak apa. Selain menyampaikan materi, kultum ini momentum pendidikan dan bagian dari latihan berkomunikasi di depan publik (public speaking).

Sangatlah beruntung bagi siswa yang memilih SMAN Pulau Ende sebagai tempat belajar. Sungguh, pengalaman berharga bagi seseorang yang berdiri dan berbicara di atas mimbar untuk menyanpaikan materi kultum. Ini bekal bagi siswa yang kelak akan tampil secara cerdas di masyarakat. Cerdas secara intelektual dan cerdas secara spritual.

Menurut motivator Ary Ginanjar Agustian, manusia itu memiliki tiga kecerdasan yaitu intelektual, emosional, dan spritual. Nah, siswa SMAN Pulau Ende sudah terlatih memiliki tiga kecerdasan tersebut. Mereka siap ditampilkan di tengah masyarakat sebagai pemuda contoh teladan yang baik bagi remaja lainnya atau siswa sekolah lainnya.

Indonesia ini negara besar tetapi masih mengalami krisis moral dan krisis keteladanan. Banyak orang pintar, banyak orang hebat, banyak orang berpendidikan tinggi dengan segala gelar. Akan tetapi sebagian mereka terjerumus ke dalam praktik-praktik yang pada akhirnya mereka dalam kerugian masa depan.

Ada pejabat masuk penjara karena kasus korupsi. Para pelaku kejahatan tersebut umumnya orang-orang yang memiliki pendidikan begitu mapan. Akan tetapi mereka terjerumus dalam praktik yang tidak jujur dan yang culas.

Ini potret krisis keteladanan dari orang-orang intelektual pada kalangan remaja atau masyarakat. Maka, dibutuhkan penangkal atas kritis keteladanan ini. Salah satunya adalah lewat pendidikan di sekolah yang menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Semoga, kegiatan salah duhur berjamaah dan kultum di SMAN Pula Ende bisa menyebarkan bibit-bibit keteladanan di masyarakat.

Facebook Comments

Comments are closed.