Public Speaking dan Rasa Percaya Diri

Oleh: Teguh W. Utomo

mepnews.id – Tidak bisa dipungkiri; rasa percaya diri memainkan peran sangat penting dalam public speaking. Sebagai public speaker, Anda harus percaya diri di depan audiens untuk menciptakan kesan kuat.

Ingat, audiens tidak akan menganggap Anda kecuali Anda sudah percaya pada diri sendiri. Jika Anda gugup maka kesan di benak audiens adalah Anda berbohong atau Anda tidak terlalu yakin dengan apa yang Anda komunikasikan. Coba pikir, apakah orang-orang akan mau memercayai Anda jika Anda sendiri tidak yakin dengan konten yang Anda sampaikan?

Meyakinkan orang lain bukanlah hal mudah. Tapi, situasinya akan menjadi lebih mudah jika Anda sebagai public speaker cukup percaya diri untuk membuat orang lain mendengarkan dengan penuh perhatian dan bertindak sesuai. Maka, Anda bisa meyakinkan orang lain. Itu lah pentingnya percaya diri.

Percaya diri itu harus, tapi jangan berlebihan. Nanti terkesan sombong. Orang sombong juga tidak disukai audiens. Anda tidak perlu bereaksi berlebihan atau menggunakan aksen palsu hanya untuk menunjukkan bahwa Anda percaya diri. Kalau melakukan itu, Anda justru merusak suasana. Anda tidak perlu khawatir berlebihan jika Anda percaya bahwa Anda benar. Maka, rasa percaya diri itu bakal tercermin dalam cara Anda membawa diri.

Bayangkan situasi public speaking internal tapi penting. Misalnya, boss Anda meminta Anda berbicara di hadapan sekitar 50 karyawan. Apa reaksi Anda? Jika Anda tidak atau kurang percaya diri, pasti Anda tidak suka dan langsung mengajukan alasan untuk menghindari aktivitas public speaking itu.

Anda jangan sampai seperti itu. Percayalah, rasa percaya diri itu bergantung pada sikap dan cara Anda memandang sesuatu. Secara profesional, Anda harus selalu melihat sisi terang dari segala sesuatu. Orang yang menerima tantangan dengan senyuman adalah orang yang berpeluang lebih cepat menaiki tangga kesuksesan.

Tugas public speaker adalah memastikan audiens memahami apa yang dibahas. Maka, sikap positif membantu Anda berkonsentrasi dan tetap tenang. Sikap positif akan membantu Anda terkoneksi dengan audiens. Bahkan, saat seseorang mengajukan feedback tidak mengenakkan, jangan serta-merta bersikap kasar padanya. Jangan merasa buruk jika seseorang menunjukkan kesalahan Anda. Sikap positif membantu Anda menerima kritik dan menghadapi kritik.

Maka, percaya dirilah secara positif.

Facebook Comments

Comments are closed.