Peneliti Unand Kembangkan Tepung Bengkuang untuk Pengendalian Diabetes

mepnews.id – Tim peneliti Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) mengembangkan inovasi pangan fungsional berbahan dasar bengkuang berupa Modified Jicama Flour (MOJAF) atau tepung bengkuang termodifikasi, yang berpotensi membantu pengendalian diabetes melitus.

Dikabarkan situs resmi unand.ac.id, penelitian diketuai Dr Putra Santoso dengan anggota Dr Rita Maliza dan Meisya Syifa Putri Ihsani dari Departemen Biologi FMIPA Unand, bekerja sama dengan Chayon Goswami PhD dari Bangladesh Agricultural University.

Dr Putra Santoso, dosen Unand

Dr Putra Santoso mengatakan, “Kami mengembangkan MOJAF, yaitu tepung bengkuang termodifikasi yang berpotensi menjadi pangan fungsional untuk membantu mengendalikan diabetes.”

MOJAF dikembangkan melalui kombinasi proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat dan perlakuan pemanasan serta pendinginan berulang (autoclaving-cooling). Teknik ini menghasilkan tepung dengan karakteristik lebih unggul dibandingkan tepung bengkuang biasa.

Hasil penelitian menunjukkan, MOJAF memiliki warna lebih cerah, peningkatan kadar pati dan amilosa, serta penurunan kadar gula pereduksi hingga lebih dari 60 persen. “Peningkatan amilosa dan penurunan gula pereduksi yang drastis pada MOJAF membuatnya cocok untuk pengidap diabetes,” kata Dr Putra Santoso.

Selain memiliki komposisi gizi yang lebih baik, MOJAF terbukti mampu mendukung pertumbuhan bakteri baik Lactobacillus plantarum. Bakteri probiotik ini berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta membantu mengurangi peradangan yang sering menyertai diabetes.

“MOJAF berpotensi menjadi prebiotik, yaitu bahan pangan bagi bakteri baik di usus sehingga mendukung kesehatan mikroba usus. Semakin banyak penelitian menunjukkan kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan pengendalian gula darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.

Pada pengujian menggunakan hewan model diabetes di laboratorium, pemberian MOJAF lima persen dalam pakan selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah puasa hingga mendekati kisaran normal. Selain itu, hewan model yang memperoleh MOJAF menunjukkan peningkatan kinerja insulin serta perbaikan profil lemak darah melalui penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida.

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, Dr Putra Santoso menegaskan penelitian masih berada pada tahap pengujian laboratorium. “MOJAF belum dapat diklaim aman dan efektif untuk digunakan langsung sebagai obat diabetes pada manusia. Langkah berikutnya adalah melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya pada berbagai kelompok masyarakat.”

Bila penelitian lanjutan berhasil membuktikan manfaatnya pada manusia, bukan tidak mungkin tepung bengkuang termodifikasi akan menjadi salah satu produk pangan fungsional unggulan Indonesia. (Humas)

Facebook Comments

POST A COMMENT.