mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjajaki kerja sama kewirausahaan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY saat kegiatan petik melon di Kebun Inofarm Jogja, Senin 6 Juli 2026.
Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, Inofarm salah satu startup binaan UMY yang berfokus pada konsep integrated farming (pertanian terpadu). Berdiri sejak 2022, Inofarm mengintegrasikan budidaya tanaman, perikanan, peternakan ayam, hingga pengelolaan maggot dalam satu ekosistem pertanian berkelanjutan. Startup tersebut mengembangkan budidaya melon hidroponik varietas Swee Hami dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern.
Kepala Subdirektorat Inkubasi Bisnis dan Transfer Teknologi UMY, Ir Sutoyo SPdT MEng, menjelaskan Inofarm adalah implementasi dari ekosistem studentpreneur. Program ini mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik kewirausahaan mahasiswa.
“Ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diimplementasikan menjadi usaha produktif. Tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan,” ujar Sutoyo.
Melon hidroponik menjadi contoh inovasi pertanian yang efisien, adaptif, dan bernilai ekonomi tinggi. Lalu, UMY menjembatani inovasi dosen dan mahasiswa dengan kebutuhan pasar melalui kolaborasi bersama investor, Kadin, HIPMI, serta mitra strategis lainnya.
Salah satu inovasi adalah budidaya melon hidroponik oleh Firman Priyoga, alumni Agribisnis UMY angkatan 2024 sekaligus Founder dan Operational Manager Inofarm. Ke depan, Inofarm dikembangkan menjadi kawasan edukasi dan agrowisata demi menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Kepala DPMPTSP DIY, Ghofar Ismail, menilai Inofarm menjadi solusi tepat di tengah menyusutnya luas lahan pertanian dan jumlah petani di Yogyakarta. “Salah satu jawaban atas tantangan tersebut adalah sistem hidroponik seperti yang dikembangkan Inofarm. Dengan lahan relatif sempit, produktivitas dapat ditingkatkan bahkan menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi.”
DPMPTSP DIY siap mendukung perkembangan startup seperti Inofarm melalui jejaring kerja sama internasional. Peluang kolaborasi dengan negara maju seperti Jepang dan Cina sangat terbuka untuk alih teknologi maupun pelatihan SDM.
Ia mendorong Inofarm mulai melirik komoditas bernilai tinggi lainnya seperti asparagus dan vanila, serta memaksimalkan potensi agrowisata edukatif.
Melalui kolaborasi sinergis ini, UMY berharap Inofarm dapat menjadi model hilirisasi inovasi, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Abdul Majid)



POST A COMMENT.