Konjen Australia Hadiri Kickoff Pemberdayaan Masyarakat di Lereng Argopuro

mepnews.id – Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, menghadiri kick off program pemberdayaan masyarakat berbasis riset yang digelar Universitas Jember (UNEJ) di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, di lereng Argopuro, Senin siang 25 Mei 2026.

Dikabarkan situs resmi unej.ac.id, program penelitian dan pengabdian masyarakat itu dipimpin Prof Soni Sisbudi Harsono dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), melalui dukungan pendanaan Australian Aid dalam skema Direct Aid Program (DAP).

Program bertajuk ‘Pemberdayaan Perempuan Tani Melalui Produksi Pakan Pelet Ternak Berkualitas Tinggi dan Berstandar dari Kulit Kopi’ ini dilaksanakan Mei 2026 hingga April 2027. Kolaborasi internasional ini bertujuan mengembangkan riset terapan yang berorientasi pada dampak langsung bagi masyarakat.

Prof Soni menyampaikan, program dipicu persoalan sistemik pengelolaan limbah kulit kopi yang teridentifikasi sejak 2024. Berdasarkan observasi, perkebunan kopi 150 hektare menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara produktif dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Di sisi lain, peternak kambing dan sapi di lereng Argopuro menghadapi keterbatasan pasokan pakan, terutama saat kemarau.

Kondisi tersebut mendorong tim peneliti UNEJ mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pakan pelet ternak yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. “Kulit kopi difermentasi agar aman bagi ternak dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan. Setelah itu diolah menjadi pelet pakan untuk kambing dan sapi dengan kandungan protein tetap tinggi,” ujar Prof Soni.

Dalam kick off, tim peneliti melatih sekitar 20 perempuan tani untuk memproduksi pakan pelet berbahan limbah kulit kopi. Peserta mendapatkan pelatihan dasar pengolahan bahan, produksi pelet, hingga pengembangan usaha berbasis kelompok masyarakat dan BUMDes.

“Program ini berbasis pemberdayaan perempuan. Kami ingin ibu-desa memiliki keterampilan tambahan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Limbah kulit kopi sangat melimpah sehingga perlu dimanfaatkan optimal,” ungkapnya.

Proposal yang diajukannya lolos program DAP Konjen sulat Jenderal Australia di Surabaya. Dari sekitar 250 proposal masuk, hanya empat program yang memperoleh pendanaan. Ia menilai dukungan ini menjadi peluang penting untuk memperkuat kolaborasi riset internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Usai menghadiri kick off di lereng Argopuro, pada sore Glen Askew berkunjung ke Kampus Unej dan disambut Rektor Prof Iwan Taruna bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Slamin. Mereka membahas penguatan kerja sama internasional, pengembangan riset berdampak, serta pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Konjen Australia mengingatkan program jangan sampai berhenti pada aspek penelitian semata, melainkan harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan arah pengembangan riset kolaboratif yang saat ini menjadi perhatian berbagai lembaga internasional.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ke Australia Corner Universitas Jember di perpustakaan. Askew disambut mahasiswa yang tergabung dalam program International Buddies Unej. Suasana berlangsung akrab melalui perbincangan santai mengenai pengalaman akademik, hingga peluang studi bagi mahasiswa Universitas Jember di Australia.

Facebook Comments

POST A COMMENT.