Bisnis Furnitur dari Limbah Marmer

mepnews.id – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan bisnis furnitur dan home decor berbahan limbah marmer. Bisnis bernama MarmorStuff ini bertujuan mengurangi pencemaran akibat limbah marmer. Tujuan ini mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Salsabila Dhita Nurani, ketua tim MarmorStuff, bisnis ini terinspirasi dari tumpukan limbah potong marmer di Kabupaten Tulungagung. “Limbah itu memiliki corak dan warna yang cantik. Sayang bila dibiarkan mengotori lingkungan.”

Tim MarmorStuff bersama Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) pada Pameran Decorintex 2023 di Surabaya.

Bersama Zaky Ahmad Mubaarok, Arvia Khosyi Pratista, Aisyah Nabila Zein, dan Muhammad Muzakky, Dhita mendayagunakan limbah marmer menjadi produk furnitur dan home decor ramah lingkungan. Dhita dan tim menggandeng perajin marmer lokal di Tulungagung untuk mengembangkan bisnis ini.

Dhita menjelaskan, MarmorStuff menerapkan teknik upcycle dalam proses produksinya. Upcycle merupakan teknik daur ulang limbah tanpa mengubah bentuk aslinya. “Dengan upcycle, kami tidak memerlukan alat khusus biaya tinggi sehingga produknya nanti lebih murah dan lebih ramah lingkungan,” terang mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS tersebut.

Limbah sisa potongan marmer lebih dulu diklasifikasi menurut corak dan warnanya. Kemudian dilakukan penataan potongan marmer dalam cetakan. Kemudian dituangkan campuran semen putih, lem, dan bubuk kalsium bangunan. Dilanjutkan dengan pengeringan tiga hari sebelum produk diamplas dan diberi lapisan luar.

Luaran produk yang dihasilkan bergantung pada cetakan yang digunakan. Sejauh ini, Dhita dan tim telah memproduksi furnitur meja dan kursi kafe, serta produk home decor berupa nampan dan tatakan gelas. “Dengan teknik yang sama, kami bisa menghasilkan produk bervariasi sesuai permintaan konsumen,” paparnya.

Tim yang dibimbing dosen Departemen Despro ITS MY Alief Samboro ST MDs itu juga unjuk keunggulan produk melalui pameran nasional dan internasional. “Kami berhasil menjual produk pada pameran DECORINTEX 2023 berskala nasional dan IFFINA (Indonesia Meubel & Design Expo) 2023 untuk skala internasional,” ujar Dhita.

Inovasi bisnis ramah lingkungan ini pun sukses mengantarkan Dhita dan tim meraih medali perak kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 tahun 2023 pada Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) kategori presentasi yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran.

“Harapannya, usaha ini dapat membantu para perajin marmer dan mengurangi pencemaran akibat limbah sisa marmer di Tulungagung,” kata Dhita. (Putu Calista Arthanti Dewi)

Facebook Comments

Comments are closed.